Prabowo Sebut Indonesia Jago Urusan Gempa dan Gunung Api, Negara Lain Ikut Minta Bantuan

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:27 WIB
Prabowo sebut Indonesia ahli gempa dan gunung api. BMKG diminta bantu Fiji, Timor Leste, hingga negara Afrika. (Instagram @sekretariat.presiden)
Prabowo sebut Indonesia ahli gempa dan gunung api. BMKG diminta bantu Fiji, Timor Leste, hingga negara Afrika. (Instagram @sekretariat.presiden)

Faisal menyebut personel Indonesia pernah ditempatkan di Tonga selama dua bulan. Sementara itu, bantuan personel juga diberikan kepada Fiji selama satu bulan dan Timor Leste selama satu tahun penuh.

Penempatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan negara mitra dalam menghadapi ancaman bencana dan memantau kondisi lingkungan.

Baca Juga: 2.000 Warga Depok Turun ke Jalan, 3 Tuntutan Ini Bakal Dibawa ke DPR pada 27 Agustus

Pemantauan Bencana Ingin Diperluas

Ada satu tujuan yang juga ingin dikembangkan BMKG, yakni memperluas sistem pemantauan agar informasi kebencanaan dapat menjangkau wilayah yang lebih luas.

Timor Leste diharapkan dapat menjadi bagian dari jaringan pemantauan tersebut. Jika terwujud, kerja sama tidak hanya bermanfaat bagi negara yang menerima bantuan, tetapi juga dapat memperkaya pertukaran data dan informasi di kawasan.

Hal ini penting mengingat bencana alam tidak mengenal garis batas negara. Gempa, aktivitas gunung api, cuaca ekstrem, hingga perubahan kondisi atmosfer dapat memberikan dampak lintas wilayah.

Baca Juga: Demo 27 Agustus di DPR Makin Ramai, GERAM Bawa 10 Tuntutan yang Bikin Senayan Disorot

Pengalaman Bencana Jadi Modal Indonesia

Indonesia berada di kawasan yang memiliki aktivitas tektonik dan vulkanik tinggi. Konsekuensinya, masyarakat dan lembaga terkait harus terus belajar menghadapi gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, serta berbagai ancaman hidrometeorologi.

Pengalaman tersebut pada akhirnya berkembang menjadi pengetahuan, teknologi, sistem pemantauan, dan sumber daya manusia yang dapat dibagikan.

Pesan Prabowo kepada BMKG menunjukkan bahwa kemampuan mitigasi bencana Indonesia tidak hanya dipandang sebagai kebutuhan domestik. Keahlian tersebut juga berpotensi menjadi bagian dari diplomasi dan kerja sama kemanusiaan dengan negara-negara sahabat.

Dengan kata lain, pengalaman Indonesia menghadapi bencana yang selama ini terasa sebagai tantangan berat kini juga dapat menjadi bekal untuk membantu negara lain menghadapi ancaman serupa.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Leihana

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X