Pengendara Pilih Kurangi Kecepatan
Sejumlah warga memilih memperlambat laju kendaraan ketika melintasi kawasan yang diselimuti kabut asap.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kecelakaan karena kondisi jalan sulit terlihat dengan jelas.
Salah seorang warga sekaligus pengguna jalan, Herman, mengaku tidak berani memacu kendaraannya dalam kondisi tersebut.
“Ini sudah parah kabutnya, kalau laju bahaya, bisa kecelakaan,” ujar Herman di Banjarbaru, Rabu, 19 Agustus 2026.
Menurut Herman, kondisi kabut asap kali ini terasa lebih parah dibandingkan yang terjadi selama sekitar satu bulan terakhir.
Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menangani kebakaran hutan dan lahan yang menjadi sumber munculnya kabut asap.
Warga Khawatir Dampak Kesehatan
Selain mengganggu jarak pandang dan keselamatan berkendara, kabut asap juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat.
Warga berharap penanganan karhutla dapat segera dilakukan sehingga kepulan asap tidak terus menyelimuti permukiman dan jalan raya.
“Ini kan efeknya ke kesehatan kami pengguna jalan. Kalau bisa, ada tindakan segera supaya Karhutla ini bisa segera diatasi,” tandas Herman.***
Artikel Terkait
Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp107,3 Juta, Jemaah Bayar Rp42,9 Juta
Momen Haru Warga Sumbar Kirim 5 Ton Rendang untuk Korban Gempa NTT: Dulu Kami Dibantu, Kini Giliran Kita
Viral Pelajar Tertemper KRL di Kalideres Jakbar hingga Tewas, Warga Histeris saat Proses Evakuasi
Update KRL Bogor-Tangerang Kembali Normal usai 2 Insiden di Cawang dan Rawa Buaya, Sempat Telat hingga 1 Jam
Nenek 84 Tahun Selamat Setelah 4 Hari Tertimbun Reruntuhan Gempa NTT, Ditemukan dalam Kondisi Stabil