Review Kung Fu Soccer: Stephen Chow Masih Gila, Tapi Efek Visualnya Bikin Garuk Kepala

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:11 WIB
Review Kung Fu Soccer (Instagram @andysunwan)
Review Kung Fu Soccer (Instagram @andysunwan)

TITIKTEMU.CO-Kalau Anda datang ke bioskop untuk mencari logika, mungkin Kung Fu Soccer bukan tempat yang tepat. Tetapi jika yang dicari adalah sepak bola, kung fu, komedi absurd, dan kegilaan khas Stephen Chow, film ini masih punya cukup amunisi untuk membuat penonton tersenyum.

Film berdurasi 106 menit ini membawa formula yang terasa akrab, tetapi dengan wajah baru. Kali ini, cerita berpusat pada klub sepak bola perempuan berisi para pemain berusia 30-an yang dianggap sudah melewati masa emas olahraga.

Mereka tidak hanya harus menghadapi lawan di lapangan, tetapi juga stigma bahwa kesempatan terbaik mereka sudah lewat. Dari situ, Stephen Chow mencoba menyelipkan tema tentang solidaritas, persahabatan, dan kesempatan kedua di balik berbagai kekacauan khasnya.

Baca Juga: Ending A Shop for Killers 2: Memuaskan, Tapi Ada Satu Hal yang Bikin Gemas

Langsung Gas Sejak Menit Pertama

Chow yang bertindak sebagai sutradara sekaligus penulis naskah tidak banyak memberikan waktu untuk pemanasan. Penonton langsung dilempar ke pertandingan dan konflik internal tim.

Keputusan tersebut memang membuat film bergerak cepat, tetapi efek sampingnya terasa di bagian awal. Latar belakang pemain, motivasi mereka, hingga sumber konflik antarkarakter terasa belum cukup kuat sehingga beberapa ledakan emosi seperti muncul tanpa aba-aba.

Pusat cerita berada pada Shuangshuang, kapten sekaligus pelatih tim Emei yang diperankan Zhang Xiaofei. Karakternya penuh amarah, ekspresif, bahkan kadang menjengkelkan, tetapi justru itulah yang membuatnya menarik.

Baca Juga: Naik Transjakarta Cuma Rp8 pada 17 Agustus 2026, Begini Cara Mendapatkan Tarif Spesialnya

Di sisi lain ada Yu Long yang diperankan Dilraba Dilmurat, mantan sahabat Shuangshuang yang kini tampil dingin dan menjaga jarak. Pertemuan keduanya sebenarnya punya modal besar untuk menjadi drama persahabatan yang emosional.

Sayangnya, hubungan mereka belum digali sedalam potensinya. Kilas balik yang seharusnya menjelaskan masa lalu keduanya terasa seperti potongan informasi yang disisipkan agar cerita tetap berjalan.

Komedinya Masih Punya Taji

Untungnya, ketika film mulai memasuki pertengahan, Kung Fu Soccer menemukan iramanya. Format cerita dibagi menjadi tiga babak dengan enam pertandingan turnamen yang menjadi panggung utama aksi dan slapstick.

Baca Juga: Danantara Gabungkan 137 Hotel BUMN, Ada Apa di Balik Perampingan Besar-besaran Ini?

Humor khas Stephen Chow masih hadir melalui karakter-karakter lawan yang dibuat kelewat konyol. Tidak semuanya berhasil, tetapi sejumlah adegan tetap mampu menghasilkan tawa yang terasa spontan.

Salah satu sumber komedi terbesar justru datang dari Zhang Yixing atau Lay Zhang yang memerankan Xu Feng. Interaksinya dengan Xiaofei menghasilkan sejumlah momen salah paham yang menjadi salah satu bagian paling menghibur.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Leihana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X