Kesal Kereta Masih Jauh tapi Palang Sudah Ditutup
Dalam rekaman tersebut, terdengar pula pria itu mengungkapkan kekesalannya ketika ditegur warga.
Ia mempertanyakan alasan palang sudah diturunkan meskipun menurutnya kereta masih berada cukup jauh dari lokasi.
“Kereta masih jauh udah dipalang,” ucap pria tersebut.
Aksi tersebut kemudian menjadi perhatian publik setelah videonya tersebar luas di media sosial.
KAI Laporkan Perusakan ke Polisi
Menanggapi kejadian tersebut, PT KAI Daop 6 Yogyakarta langsung melakukan penanganan terhadap kerusakan palang pintu perlintasan.
Selain memperbaiki fasilitas yang rusak, KAI juga melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih mengatakan pihaknya menyayangkan tindakan tersebut karena berpotensi membahayakan perjalanan kereta api sekaligus keselamatan pengguna jalan.
Meski terjadi kerusakan pada fasilitas perlintasan, KAI memastikan kejadian tersebut tidak sampai mengganggu perjalanan kereta api.
“KAI Daop 6 Yogyakarta sangat menyayangkan kejadian ini, karena dapat membahayakan perjalanan kereta api dan keselamatan pengguna jalan lainnya. Kami memastikan tidak ada gangguan terhadap perjalanan kereta api dalam kejadian ini,” ujar Feni dalam keterangannya, Minggu, 9 Agustus 2026.
KAI kemudian mengambil langkah hukum dengan membuat laporan resmi kepada kepolisian.
“KAI Daop 6 juga membuat laporan resmi kepada kepolisian agar dapat diproses lanjut sesuai ketentuan,” tegasnya.
Feni menambahkan, petugas KAI bersama kepolisian akan meningkatkan upaya pencegahan untuk mengantisipasi kejadian serupa di kemudian hari.
Artikel Terkait
Ketum LBI Dukung Wali Kota Bandung Proses Hukum Penebang 10 Pohon di Cihapit, Minta Ada Efek Jera
Kronologi Pemuda 19 Tahun Diduga Tenggelam di Kali BKB Jakbar Usai Cekcok dengan Pacar dan Ambil Kunci
BRI Sambut Kebijakan Penempatan Dana SAL, Siap Tingkatkan Kredit Berkualitas
Danantara Housing Expo 2026 Digelar, BRI Perkuat Kolaborasi Himbara untuk Perluas Akses Kepemilikan Rumah
Dijanjikan Lolos CPNS lewat Seleksi Susulan, Korban di Jatim Diduga Rugi Rp20 Miliar