TITIKTEMU.CO-Kalau belakangan ini panas terasa seperti tidak mau kompromi, ada kabar yang mungkin sedikit melegakan: musim hujan 2026 diprediksi mulai kembali pada Oktober. Namun, jangan buru-buru menyiapkan payung untuk setiap sore karena hujan tidak akan langsung turun serempak di seluruh Indonesia.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim kemarau masih akan bertahan hingga sekitar pertengahan Oktober. Puncak kemarau sendiri diprediksi berlangsung pada Agustus hingga September 2026.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan peralihan menuju musim hujan akan berlangsung secara bertahap. Artinya, ada wilayah yang lebih dulu mendapat hujan, sementara daerah lain masih harus bersabar menghadapi hari-hari kering.
Baca Juga: Suzzanna Tembus Top 10 Netflix Global, Film Horor Indonesia Ini Bikin Asia Tenggara Ketar-ketir
Hujan Mulai dari Indonesia Bagian Barat
Menurut BMKG, wilayah Indonesia bagian barat diperkirakan menjadi salah satu kawasan yang lebih dulu memasuki musim hujan. Perubahan tersebut mulai terlihat pada Oktober, meski intensitas dan pola hujannya belum langsung sama seperti kondisi musim penghujan penuh.
Memasuki November 2026, cakupan wilayah yang mulai mengalami musim hujan diperkirakan semakin luas. Sebagian besar Pulau Jawa juga mulai mendapat hujan, walaupun beberapa daerah masih berpotensi mengalami curah hujan di bawah kondisi normal.
Jadi, Oktober bisa dianggap sebagai pintu masuk musim hujan, bukan tombol yang langsung mengubah cuaca Indonesia dari panas menjadi basah dalam semalam.
Baca Juga: Usia Baru 27 Tahun, Yesita Sudah Jadi Doktor UGM dengan IPK 3,99: Rahasianya Bukan Cuma Pintar
BMKG menjelaskan, peta prakiraan iklim menunjukkan perubahan kondisi hujan mulai terlihat pada Oktober dan November. Warna pada peta tersebut menggambarkan mulai normalnya kondisi curah hujan di sejumlah wilayah.
Ada El Nino, Haruskah Khawatir?
Yang membuat musim hujan 2026 sedikit berbeda adalah kehadiran fenomena El Nino. BMKG memprediksi fenomena tersebut masih bertahan hingga awal 2027 dan berpotensi mencapai puncaknya pada Desember 2026.
Meski begitu, masyarakat tidak perlu langsung menganggap El Nino sebagai tanda musim hujan akan gagal datang. BMKG menyebut dampak El Nino terhadap musim hujan tidak selalu sama pada setiap kejadian.
TBaca Juga: Jumanji 4 Balik dengan Kekacauan Baru: Kali Ini Dunia Nyata yang Jadi Arena Permainan!
Artikel Terkait
Cara Mengembalikan Foto yang Terhapus Permanen di HP: Langkah Mudah dan Ampuh!
Spesifikasi dan Harga Realme Note 60x di Juli 2026, Masih Layak Dibeli?
Ayah Pegawai KPK Diduga Jadi “Makelar Kasus”, Rp 2 Miliar Diminta untuk Urus Perkara Bupati Pemalang
Anggaran MBG Tak Boleh Lagi “Nebeng” Dana Pendidikan, Ini Putusan Terbaru MK
Jumanji 4 Balik dengan Kekacauan Baru: Kali Ini Dunia Nyata yang Jadi Arena Permainan!
Usia Baru 27 Tahun, Yesita Sudah Jadi Doktor UGM dengan IPK 3,99: Rahasianya Bukan Cuma Pintar
Suzzanna Tembus Top 10 Netflix Global, Film Horor Indonesia Ini Bikin Asia Tenggara Ketar-ketir