Pada akhirnya, “kartu kuning” untuk Dedi Mulyadi dapat dibaca sebagai pengingat bahwa pemimpin boleh kreatif, cepat, bahkan berani berbeda.
Tetapi ketika keputusan sudah menyentuh hukum dan tata kelola negara, ada garis yang tetap harus dihormati.
Sebab pemimpin yang kuat bukan hanya yang paling sering muncul di layar. Ia juga yang mampu membuat sistem tetap berjalan bahkan ketika kameranya sudah dimatikan.***
Artikel Terkait
Zendaya Ungkap Sisi Baru Peter Parker di Spider-Man: Brand New Day: Makin Dewasa, Makin Kesepian?
Program Ganti Atap Rumah Wartawan Berlanjut, Jurnalis Tasikmalaya Kini Bisa Tinggal Lebih Nyaman Berkat Kolaborasi SKI dan Promedia Group
Fakta Terbaru Kasus Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Diduga Jadi Pelaku dan Korban Pemerasan, Oknum Polisi di KPK Jadi Tersangka
Viral Aksi Lempar Bangkai Ayam ke Kantor PLN Palangka Raya, Peternak Protes Pemadaman Listrik Bergilir yang Bikin Rugi
Emas 74 Kg di Rumah Febrie Adriansyah Bikin Misteri Baru: Siapa Pemilik Sebenarnya?
Bukan Cuma Bupati Pemalang, Staf KPK Ikut Jadi Tersangka OTT: Ada 2 Klaster Kasus
Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi Ternyata Punya Pesan Lain: Sindiran Keras untuk Polisi?