TITIKTEMU.CO – Aksi unjuk rasa warga terhadap pemadaman listrik bergilir di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menjadi perhatian luas di media sosial. Demonstrasi yang digelar Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) di depan Kantor PLN UP3 Palangka Raya itu diwarnai aksi simbolis berupa pelemparan bangkai ayam sebagai bentuk protes atas kerugian yang dialami masyarakat.
Dalam video yang beredar, massa tampak mendatangi kantor PLN di Jalan Ahmad Yani, Palangka Raya. Mereka bahkan memasang spanduk bertuliskan "Kantor Ini Disegel Masyarakat" di pintu gerbang sebagai simbol kekecewaan terhadap penanganan persoalan listrik yang dinilai belum memberikan solusi nyata.
Selain itu, puluhan bangkai ayam disebarkan di halaman hingga badan jalan depan kantor PLN. Aksi tersebut disebut menjadi lambang kerugian yang dialami para peternak akibat listrik yang berulang kali padam dalam beberapa pekan terakhir.
Peternak Mengaku Alami Kerugian Besar
Dalam demonstrasi tersebut, sejumlah peternak yang tergabung dalam Perhimpunan Insan Perunggasan (Pinsar) Kalimantan Tengah ikut menyampaikan aspirasi mereka.
Bangkai ayam yang dibawa ke lokasi aksi merupakan gambaran kerugian akibat matinya sistem kandang ketika pasokan listrik terputus. Kondisi tersebut menyebabkan banyak ayam tidak dapat bertahan hidup.
Salah seorang peternak, Arif, mengungkapkan bahwa dampak pemadaman listrik bukan hanya dirasakan pemilik usaha, tetapi juga para pekerja yang kehilangan penghasilan.
Ia menggambarkan kesedihan para karyawan yang harus menerima kenyataan ayam ternak mati sehingga berdampak pada pendapatan mereka.
Massa Minta General Manager PLN Temui Warga
Ketua Pinsar Kalimantan Tengah, Andi Bustan, mengatakan pemadaman listrik yang terus berulang membuat para peternak mengalami kerugian yang tidak sedikit, terutama saat memasuki masa panen.
Menurutnya, hingga aksi demonstrasi memasuki hari kedua, para peternak belum memperoleh kesempatan bertemu langsung dengan General Manager PLN untuk membahas solusi atas persoalan tersebut.
Senada dengan itu, perwakilan Aliansi GPG, Fiteli, menilai ketidakhadiran pimpinan tertinggi PLN UID Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah menunjukkan kurangnya perhatian terhadap aspirasi masyarakat.
Artikel Terkait
Dasco Fasilitasi Mediasi SPBUN-SGN dengan Manajemen, Tuntutan Karyawan Disepakati dan Aksi Unjuk Rasa Dibatalkan
Lurah Syerly Temui Warga usai Viral Ucapan 'Cie Curhat', Ulfa Tegaskan Tak Ada Konflik Pribadi
Kronologi Power Bank Berasap di Pesawat Batik Air Rute Makassar-Jakarta, Maskapai Beri Penjelasan Resmi
Program Ganti Atap Rumah Wartawan Berlanjut, Jurnalis Tasikmalaya Kini Bisa Tinggal Lebih Nyaman Berkat Kolaborasi SKI dan Promedia Group
Fakta Terbaru Kasus Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Diduga Jadi Pelaku dan Korban Pemerasan, Oknum Polisi di KPK Jadi Tersangka