Baca Juga: Emas 74 Kg di Rumah Febrie Adriansyah Bikin Misteri Baru: Siapa Pemilik Sebenarnya?
Tujuannya, menurut Dedi, adalah mendorong masyarakat ikut berpartisipasi menghadapi aksi kriminal yang dianggap semakin meresahkan.
Namun, ide tersebut langsung memunculkan perdebatan. Di satu sisi, ada dorongan agar warga tidak hanya menjadi penonton ketika kejahatan terjadi. Di sisi lain, iming-iming uang berpotensi membuat sebagian orang mengambil risiko berlebihan atau mengejar orang yang belum tentu terbukti sebagai pelaku.
Persoalannya menjadi lebih rumit jika penangkapan berubah menjadi pengeroyokan.
Jangan Sampai Hadiah Berujung Main Hakim Sendiri
Adrianus menilai respons aparat yang cepat dan merata justru menjadi kunci untuk mencegah persoalan tersebut.
Jika polisi dapat segera datang ketika terjadi tindak kriminal, ruang bagi masyarakat untuk bertindak sendiri akan semakin kecil. Warga tetap bisa berperan sebagai pelapor atau saksi tanpa harus berubah menjadi penegak hukum di jalanan.
Karena itu, sayembara tangkap begal Dedi Mulyadi bisa dilihat dari dua sisi sekaligus. Ia merupakan upaya mendorong partisipasi publik, tetapi juga menjadi alarm tentang bagaimana masyarakat merasakan kehadiran aparat di lapangan.
Pada akhirnya, menangkap begal bukan sekadar soal siapa yang lebih cepat. Yang jauh lebih penting adalah memastikan pelaku diproses melalui jalur hukum, sementara warga tidak berubah dari orang yang ingin membantu menjadi pelaku kekerasan berikutnya.***
Artikel Terkait
Zendaya Ungkap Sisi Baru Peter Parker di Spider-Man: Brand New Day: Makin Dewasa, Makin Kesepian?
Kronologi Power Bank Berasap di Pesawat Batik Air Rute Makassar-Jakarta, Maskapai Beri Penjelasan Resmi
Program Ganti Atap Rumah Wartawan Berlanjut, Jurnalis Tasikmalaya Kini Bisa Tinggal Lebih Nyaman Berkat Kolaborasi SKI dan Promedia Group
Fakta Terbaru Kasus Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Diduga Jadi Pelaku dan Korban Pemerasan, Oknum Polisi di KPK Jadi Tersangka
Viral Aksi Lempar Bangkai Ayam ke Kantor PLN Palangka Raya, Peternak Protes Pemadaman Listrik Bergilir yang Bikin Rugi
Emas 74 Kg di Rumah Febrie Adriansyah Bikin Misteri Baru: Siapa Pemilik Sebenarnya?
Bukan Cuma Bupati Pemalang, Staf KPK Ikut Jadi Tersangka OTT: Ada 2 Klaster Kasus