TITIKTEMU.CO-Bayangkan bangun pada suatu pagi di Jakarta sekitar lima tahun dari sekarang. Alamat rumah mungkin masih sama, kantor masih berdiri, jalan yang dilewati setiap hari juga masih familiar. Tetapi kondisi kotanya bisa terasa berbeda karena penurunan muka tanah, perubahan iklim, panas perkotaan, dan risiko banjir bekerja bersamaan.
Ini bukan ramalan bahwa Jakarta pasti akan tenggelam atau menjadi kota yang tidak layak ditinggali. Namun, data ilmiah menunjukkan sejumlah risiko yang layak dipikirkan sejak sekarang—terutama bagi warga yang berencana menetap di Jakarta dalam jangka panjang.
Jakarta 2030 dan Masalah Tanah yang Terus Turun
Salah satu persoalan paling serius bukan datang dari langit, melainkan dari bawah kaki. Penurunan muka tanah membuat sebagian wilayah Jakarta semakin rendah terhadap permukaan laut.
Baca Juga: Polisi Terlibat Narkoba Tak Cukup Dipecat, DPR Minta Ada Proses Pidana
Masalahnya menjadi rumit ketika penurunan tanah bertemu dengan kenaikan muka laut. IPCC mencatat bahwa kawasan pesisir yang mengalami penurunan tanah dapat menghadapi kenaikan muka laut relatif yang jauh lebih cepat, sehingga risiko banjir pesisir ikut membesar.
Artinya, persoalan Jakarta bukan sekadar “air laut naik”. Dalam skenario buruk, tanah turun dan muka laut naik seperti dua orang yang sama-sama tidak mau mengalah.
Perubahan Iklim Membuat Cuaca Makin Sulit Ditebak
BMKG sudah menyediakan proyeksi perubahan suhu dan curah hujan Indonesia menggunakan data CMIP6 dengan beberapa skenario emisi hingga periode 2050. Model tersebut tidak mengatakan persis seperti apa cuaca Jakarta pada satu tanggal tertentu, tetapi membantu melihat arah perubahan dalam jangka panjang.
Yang perlu diperhatikan bukan hanya jumlah hujan tahunan. BMKG juga memproyeksikan indikator seperti hujan maksimum harian, hujan ekstrem beberapa hari berturut-turut, serta perubahan jumlah hari hujan dan hari kering.
Bagi warga, dampaknya sangat praktis: hujan deras bisa berarti gangguan perjalanan, genangan, risiko banjir, hingga tekanan terhadap sistem drainase.
Jakarta Bisa Terasa Semakin Panas
Ada masalah lain yang sering kalah populer dari banjir: panas.
Artikel Terkait
Kronologi Kebakaran Rumah di Pulomas yang Tewaskan Dua Anak, Diduga Dipicu Korsleting Listrik
Viral Gadis Kecil di Bali Menangis Saat Pemakaman Ayah Korban Pengeroyokan, UAS Soroti Aksi Main Hakim Sendiri
Kasat Narkoba Polres Tangsel AKP Pardiman Ditangkap Bareskrim, Diduga Terlibat Peredaran Narkoba Bersama Anggota
Bukan Perlakuan Khusus, Ini Menu Sarapan Febrie Adriansyah Selama di Rutan KPK
833 Dapur MBG Ditutup Permanen, Ada Apa di Balik “Bersih-Bersih” BGN?
Sudaryono Pecat 261 Pegawai BGN Bermasalah, Ada yang Diduga Terlibat Judi Online hingga Penyalahgunaan Dana
Polisi Terlibat Narkoba Tak Cukup Dipecat, DPR Minta Ada Proses Pidana