Transformasi Sampah Dapur: RSUD KHZ Musthafa Ciptakan Eco Enzyme Karbol dari Kulit Buah

photo author
Abi Zahy, TitikTemu.co
- Selasa, 28 Juli 2026 | 18:38 WIB
RSUD KHZ Musthafa
RSUD KHZ Musthafa

 

TITIKTEMU.CO - Setiap hari, kita sering kali mengabaikan limbah dapur yang dihasilkan, seperti kulit buah dan sisa sayuran. Namun, di RSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya, limbah tersebut justru diubah menjadi solusi inovatif yang ramah lingkungan.

Melalui proses fermentasi yang sederhana, kulit buah kini bertransformasi menjadi cairan pembersih lantai bernama EMBOL.

Inovasi ini tidak hanya membantu menjaga kebersihan rumah sakit, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi lingkungan. Mari kita telusuri lebih dalam tentang inovasi luar biasa ini!

Mengubah Limbah Menjadi Peluang: Proses Pembuatan Eco Enzyme

Setiap harinya, RSUD KHZ Musthafa menghasilkan sekitar 20 hingga 30 kilogram limbah organik dari dapur Instalasi Gizi. Alih-alih membuangnya ke tempat pembuangan, tim sanitasi lingkungan rumah sakit memanfaatkan peluang ini untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat. Proses dimulai dengan pemilahan limbah, di mana kulit buah dan sisa sayuran dipisahkan dari sampah non-organik.

Limbah organik tersebut kemudian difermentasi menggunakan air dan molase selama kurang lebih tiga bulan. Selama proses ini, kulit buah akan mengeluarkan enzim alami yang dikenal dengan sebutan eco enzyme. Cairan ini memiliki sifat antiseptik dan sangat bermanfaat sebagai bahan dasar pembersih. Setelah melalui proses lanjutan dan dicampur dengan bahan pendukung lainnya, eco enzyme ini berkembang menjadi produk pembersih lantai yang diberi nama EMBOL.

Keunikan EMBOL terletak pada aroma alami kulit buah yang masih tersisa, memberikan wewangian khas tanpa perlu menggunakan pewangi sintetis. “Selama ini kulit buah hanya menjadi sampah. Kini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku eco enzyme yang kemudian diolah menjadi karbol pembersih lantai dengan aroma alami,” ungkap dr. Hj. Eli Hendalia, Direktur RSUD KHZ Musthafa.

Penghargaan dan Dampak Positif bagi Lingkungan

Inovasi ini tidak hanya mendapatkan perhatian di tingkat lokal tetapi juga membawa penghargaan bagi Tenaga Sanitasi Lingkungan (TSL) RSUD KHZ Musthafa, Donni Pujiyono, yang meraih Peringkat III ASN Berprestasi Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2026 dalam kategori inovasi. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa pengelolaan limbah rumah sakit dapat dilakukan dengan cara yang lebih berkelanjutan dan inovatif.

Direktur dr. Eli Hendalia menekankan bahwa penghargaan tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan langkah awal untuk mengembangkan sistem pengelolaan limbah yang lebih komprehensif dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan dan pelayanan rumah sakit. Dengan pendekatan yang lebih ramah lingkungan, RSUD KHZ Musthafa berkomitmen untuk terus berinovasi demi masa depan yang lebih bersih dan sehat.

Inovasi seperti EMBOL menunjukkan bahwa setiap individu atau institusi dapat berkontribusi dalam menjaga lingkungan dengan cara yang sederhana namun efektif. Dengan memanfaatkan limbah dapur yang biasanya dianggap tidak berharga, kita bisa menciptakan solusi yang tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri tetapi juga bagi masyarakat luas.

Dengan langkah kecil ini, kita semua dapat berperan serta dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan setiap hari. Mari kita dukung inovasi-inovasi seperti ini agar dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi lingkungan kita!***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abi Zahy

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X