TITIKTEMU.CO-Tak semua kisah keluarga pahlawan berakhir dengan kehidupan yang nyaman. Di sebuah rumah kontrakan sederhana di Kota Bekasi, Heru Baskoro menjalani hari tuanya dalam kondisi yang jauh dari bayangan banyak orang. Padahal, pria berusia 84 tahun itu merupakan putra Sayuti Melik, sosok yang mengoreksi sekaligus mengetik naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Usia dan penyakit perlahan menggerus kondisi fisik Heru. Diabetes yang telah lama dideritanya memicu berbagai komplikasi, termasuk gangguan penglihatan yang kini membuat mata kanannya tidak lagi berfungsi. Mata kirinya pun hanya mampu menangkap sedikit cahaya, sementara daya ingatnya mulai menurun akibat dampak penyakit tersebut.
Meski banyak kenangan mulai memudar, satu sosok tetap tersimpan kuat dalam ingatannya, yakni sang ayah. Setiap kali nama Sayuti Melik disebut, Heru langsung mengenang sosok ayah yang dikenal disiplin, tegas, tetapi hidup dengan sangat sederhana.
Menurut Heru, nilai kedisiplinan bukan hanya diajarkan lewat kata-kata. Sang ayah selalu memberi contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari dan menanamkan pentingnya menaati aturan sebagai bentuk tanggung jawab kepada bangsa.
Di balik perannya dalam sejarah Indonesia, Sayuti Melik juga memiliki sisi sederhana yang jarang diketahui publik. Heru mengenang ayahnya sangat menyukai permainan catur. Bahkan, mereka sering menghabiskan waktu bermain catur di rumah makan sederhana sambil berbincang santai.
Ia juga masih mengingat kedekatan Sayuti Melik dengan Presiden Soekarno. Menurut Heru, ayahnya sering membantu menyiapkan berbagai informasi mengenai karakter masyarakat di daerah yang akan dikunjungi Bung Karno agar pidato yang disampaikan lebih sesuai dengan kondisi warga setempat.
Baca Juga: Pajak JHT Mau Dihapus? BPJS Ketenagakerjaan Buka Suara, Kabar Baik untuk Jutaan Pekerja
Sebelum kembali ke Indonesia, kehidupan Heru sebenarnya jauh berbeda. Ia pernah membangun karier di Amerika Serikat dan bekerja pada perusahaan minyak di Texas. Selain itu, Heru juga sempat dipercaya menduduki posisi Direktur Keuangan di Trans Bakrie.
Setelah menikah dengan Treyzia Noviani, cucu tokoh pergerakan nasional KH Agus Salim, pasangan tersebut memilih menetap di Kanada. Keputusan itu diambil karena sistem layanan kesehatan di negara tersebut dinilai lebih mendukung kebutuhan mereka.
Namun, perjalanan hidup berubah drastis ketika Heru mulai mengalami gangguan pada penglihatannya. Berbagai pengobatan telah ditempuh, mulai dari operasi hingga transplantasi kornea menggunakan biaya pribadi. Bahkan, rumah yang mereka miliki rela dijual demi membiayai proses medis tersebut.
Sayangnya, hasil yang diharapkan belum kunjung datang. Heru masih membutuhkan operasi lanjutan menggunakan teknologi kornea buatan yang saat ini hanya tersedia di Kanada, Amerika Serikat, atau Jerman. Keterbatasan biaya membuat tindakan tersebut belum dapat dilakukan.
Kini, pasangan lansia itu tinggal di kontrakan dua petak di kawasan Rawalumbu, Bekasi, dengan biaya sewa sekitar Rp560 ribu setiap bulan.
Artikel Terkait
Link Live Streaming MotoGP Jerman 2026 Main Race Malam Ini: Jadwal, Jam Tayang Trans7, Starting Grid, dan Prediksi Balapan
Film The Shrine: Mahasiswa Hilang Satu per Satu, Misteri Kamikakushi Bikin Merinding
Sudah Bayar Pajak Kendaraan Online tapi STNK Belum Disahkan? Ini Penjelasan Polisi yang Wajib Diketahui
Bridgestone Resmi Luncurkan Ban Tanpa Udara, Teknologi Futuristik yang Bisa Ubah Masa Depan Kendaraan
Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Lengkap: Prancis vs Spanyol, Inggris vs Argentina, Link Live Streaming
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 di Stadion Semeru Lumajang, Catat Jadwal Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina
Prediksi Spanyol vs Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026: Head to Head, Statistik, dan Peluang Lolos ke Final