Dari Kantor Bergengsi di Amerika ke Kontrakan Sederhana di Bekasi, Nasib Putra Sayuti Melik Bikin Haru

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Selasa, 14 Juli 2026 | 21:01 WIB
Kisah Heru Baskoro, putra Sayuti Melik (Instagram @veditum)
Kisah Heru Baskoro, putra Sayuti Melik (Instagram @veditum)

TITIKTEMU.CO-Tak semua kisah keluarga pahlawan berakhir dengan kehidupan yang nyaman. Di sebuah rumah kontrakan sederhana di Kota Bekasi, Heru Baskoro menjalani hari tuanya dalam kondisi yang jauh dari bayangan banyak orang. Padahal, pria berusia 84 tahun itu merupakan putra Sayuti Melik, sosok yang mengoreksi sekaligus mengetik naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Usia dan penyakit perlahan menggerus kondisi fisik Heru. Diabetes yang telah lama dideritanya memicu berbagai komplikasi, termasuk gangguan penglihatan yang kini membuat mata kanannya tidak lagi berfungsi. Mata kirinya pun hanya mampu menangkap sedikit cahaya, sementara daya ingatnya mulai menurun akibat dampak penyakit tersebut.

Meski banyak kenangan mulai memudar, satu sosok tetap tersimpan kuat dalam ingatannya, yakni sang ayah. Setiap kali nama Sayuti Melik disebut, Heru langsung mengenang sosok ayah yang dikenal disiplin, tegas, tetapi hidup dengan sangat sederhana.

Baca Juga: Sudah Bayar Pajak Kendaraan Online tapi STNK Belum Disahkan? Ini Penjelasan Polisi yang Wajib Diketahui

Menurut Heru, nilai kedisiplinan bukan hanya diajarkan lewat kata-kata. Sang ayah selalu memberi contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari dan menanamkan pentingnya menaati aturan sebagai bentuk tanggung jawab kepada bangsa.

Di balik perannya dalam sejarah Indonesia, Sayuti Melik juga memiliki sisi sederhana yang jarang diketahui publik. Heru mengenang ayahnya sangat menyukai permainan catur. Bahkan, mereka sering menghabiskan waktu bermain catur di rumah makan sederhana sambil berbincang santai.

Ia juga masih mengingat kedekatan Sayuti Melik dengan Presiden Soekarno. Menurut Heru, ayahnya sering membantu menyiapkan berbagai informasi mengenai karakter masyarakat di daerah yang akan dikunjungi Bung Karno agar pidato yang disampaikan lebih sesuai dengan kondisi warga setempat.

Baca Juga: Pajak JHT Mau Dihapus? BPJS Ketenagakerjaan Buka Suara, Kabar Baik untuk Jutaan Pekerja

Sebelum kembali ke Indonesia, kehidupan Heru sebenarnya jauh berbeda. Ia pernah membangun karier di Amerika Serikat dan bekerja pada perusahaan minyak di Texas. Selain itu, Heru juga sempat dipercaya menduduki posisi Direktur Keuangan di Trans Bakrie.

Setelah menikah dengan Treyzia Noviani, cucu tokoh pergerakan nasional KH Agus Salim, pasangan tersebut memilih menetap di Kanada. Keputusan itu diambil karena sistem layanan kesehatan di negara tersebut dinilai lebih mendukung kebutuhan mereka.

Namun, perjalanan hidup berubah drastis ketika Heru mulai mengalami gangguan pada penglihatannya. Berbagai pengobatan telah ditempuh, mulai dari operasi hingga transplantasi kornea menggunakan biaya pribadi. Bahkan, rumah yang mereka miliki rela dijual demi membiayai proses medis tersebut.

Baca Juga: MagangHub Tahap II Resmi Dibuka! Fresh Graduate Berpeluang Dapat Gaji Setara UMP, Jangan Sampai Terlambat Daftar

Sayangnya, hasil yang diharapkan belum kunjung datang. Heru masih membutuhkan operasi lanjutan menggunakan teknologi kornea buatan yang saat ini hanya tersedia di Kanada, Amerika Serikat, atau Jerman. Keterbatasan biaya membuat tindakan tersebut belum dapat dilakukan.

Kini, pasangan lansia itu tinggal di kontrakan dua petak di kawasan Rawalumbu, Bekasi, dengan biaya sewa sekitar Rp560 ribu setiap bulan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Leihana

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X