TITIKTEMU.CO-Sudah melunasi pajak kendaraan secara online bukan berarti urusan administrasi langsung selesai. Masih banyak pemilik kendaraan yang bertanya-tanya apakah mereka bisa terkena tilang jika STNK belum mendapat pengesahan tahunan meski pembayaran pajak telah berhasil dilakukan.
Kebingungan ini muncul karena kini semakin banyak masyarakat memanfaatkan layanan digital seperti Signal atau e-Samsat untuk membayar pajak kendaraan. Praktis memang, tetapi proses administrasinya masih menyisakan pertanyaan, terutama ketika harus berhadapan dengan pemeriksaan polisi di jalan.
Korlantas Polri menjelaskan bahwa penindakan di lapangan bukan dilakukan karena pajak kendaraan belum dibayar, melainkan karena status pengesahan STNK. Dokumen tersebut menjadi bukti bahwa kendaraan telah memenuhi persyaratan administrasi untuk digunakan di jalan raya.
Baca Juga: Film The Shrine: Mahasiswa Hilang Satu per Satu, Misteri Kamikakushi Bikin Merinding
Kasubdit Dakgar Ditgakkum Korlantas Polri Kombes Pol Dwi Sumrahadi mengatakan polisi tidak melakukan penilangan hanya karena persoalan pajak kendaraan. Namun, apabila STNK belum mendapatkan pengesahan tahunan sesuai ketentuan yang berlaku, petugas memiliki dasar untuk melakukan penindakan.
Artinya, pemilik kendaraan tetap perlu memastikan status STNK telah sah. Pengesahan tahunan menjadi bagian penting dari legalitas kendaraan saat digunakan di jalan, sehingga tidak boleh diabaikan meskipun pembayaran pajak sudah dilakukan secara digital.
Lalu bagaimana jika pajak kendaraan sudah lunas, tetapi belum sempat datang ke kantor Samsat untuk memperoleh cap pengesahan?
Pemilik kendaraan tidak perlu langsung panik. Selama proses pembayaran melalui aplikasi resmi telah selesai dan memiliki bukti pembayaran yang valid, terdapat solusi sementara yang dapat digunakan ketika ada pemeriksaan di jalan.
Setelah pembayaran berhasil dilakukan melalui Signal atau e-Samsat, pengguna akan memperoleh Tanda Bukti Pelunasan Kewajiban Pembayaran (TBPKP) digital yang sudah dilengkapi fitur E-Pengesahan. Di dalam dokumen tersebut terdapat barcode atau kode QR yang berfungsi sebagai bukti resmi.
Menurut Dwi Sumrahadi, barcode tersebut dapat dicetak kemudian disimpan bersama STNK. Bukti itu dapat ditunjukkan kepada petugas apabila sewaktu-waktu kendaraan diperiksa sebelum pemilik sempat mendatangi Samsat.
Baca Juga: 5 Peserta Lolos Final Audition Dangdut Academy 8 Grup 8: Siapa Saja Mereka?
Keberadaan TBPKP digital menjadi jembatan antara layanan pembayaran online dengan proses administrasi kendaraan. Dengan membawa bukti tersebut, pemilik kendaraan dapat menunjukkan bahwa kewajiban pembayaran pajak sebenarnya telah dipenuhi.
Meski demikian, penggunaan barcode bukan berarti menggantikan pengesahan STNK secara permanen. Pemilik kendaraan tetap dianjurkan menyelesaikan proses administrasi di Samsat agar data kendaraan benar-benar diperbarui sesuai ketentuan yang berlaku.
Artikel Terkait
Prediksi Norwegia vs Inggris di Perempat Final Piala Dunia 2026: Head to Head, Susunan Pemain, dan Skor Akhir
Justin Bieber Resmi Tampil di Halftime Show Final Piala Dunia 2026, Satu Panggung dengan Madonna, Shakira, dan BTS
Lamine Yamal Jadi Bintang saat Spanyol Singkirkan Belgia, Mikel Merino Cetak Gol Penentu Semifinal Piala Dunia 2026
Spanyol Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026 usai Kalahkan Belgia 2-1, Rekor Clean Sheet Akhirnya Terhenti
Tips Mengurus Dokumen Perjalanan untuk Nonton Final Piala Dunia 2026, Jangan Sampai Terkendala Visa
Link Live Streaming Norwegia vs Inggris Piala Dunia 2026: Jadwal, Jam Tayang, dan Cara Nonton Perempat Final
Film The Shrine: Mahasiswa Hilang Satu per Satu, Misteri Kamikakushi Bikin Merinding