Anak Patuh di Sekolah, Tapi Sulit Diatur di Rumah? Ini Penjelasan Psikologisnya

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Senin, 29 Juni 2026 | 07:50 WIB
Ilustrasi Kenapa anak lebih nurut ke guru daripada orang tua?  (Desain AI)
Ilustrasi Kenapa anak lebih nurut ke guru daripada orang tua? (Desain AI)

Efek "Novelty" dan Otoritas Formal

Ada faktor lain yang jarang disadari, yaitu efek kebaruan atau novelty effect.

Guru adalah figur di luar rumah yang memiliki status formal. Bagi anak, arahan dari guru terasa berbeda karena datang dari lingkungan yang berbeda pula.

Bayangkan seperti orang dewasa yang kadang lebih mudah menerima masukan dari mentor atau atasan dibandingkan dari pasangan sendiri. Bukan karena pasangan tidak penting, tetapi karena konteks hubungan yang berbeda.

Anak juga mengalami hal serupa.

Baca Juga: Toxic Family System: Ketika Keluarga Justru Jadi Sumber Luka Terbesar Anak

Cara Membangun Pengaruh yang Lebih Kuat di Rumah

Fokus pada Konsistensi

Penelitian menunjukkan bahwa konsistensi aturan lebih efektif dibandingkan hukuman yang keras.

Jika hari ini suatu perilaku dilarang, tetapi besok diperbolehkan, anak akan kesulitan memahami batasan yang sebenarnya.

Kurangi Instruksi Berlebihan

Sering kali anak terlihat tidak patuh karena mereka menerima terlalu banyak perintah dalam waktu berdekatan.

Instruksi yang singkat, jelas, dan spesifik biasanya lebih mudah diikuti.

Baca Juga: Kronologi Dugaan Penjualan Anak di Tangerang, Ibu Kandung Diduga Nikahkan Paksa Putrinya demi Bayar Utang Bank

Bangun Koneksi Sebelum Koreksi

Psikolog anak sering menekankan pentingnya hubungan emosional sebelum memberikan arahan.

Anak yang merasa didengar dan dipahami cenderung lebih kooperatif dibandingkan anak yang hanya menerima perintah.

Yang Sebenarnya Dicari Anak

Saat orang tua bertanya kenapa anak lebih nurut ke guru daripada ke saya, pertanyaan yang lebih penting mungkin adalah: apakah anak merasa terhubung dengan saya?

Baca Juga: Henti Bilang Jangan Nangis ke Anak Laki-Laki Kamu — Ini Dampak Jangka Panjangnya

Anak tidak selalu membutuhkan orang tua yang paling ditakuti. Mereka membutuhkan orang tua yang konsisten, dapat dipercaya, dan hadir secara emosional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Leihana

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X