Usia 68 Tahun, Djoko Lulus S2 Fisika UGM dengan IPK 3,98 — Bukti Belajar Tak Kenal Pensiun

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Kamis, 28 Mei 2026 | 10:07 WIB
 Djoko Slamet Pudjorahardjo 68 tahun, lulus S2 Fisika UGM dengan IPK 3,98 (Dok. UGM)
Djoko Slamet Pudjorahardjo 68 tahun, lulus S2 Fisika UGM dengan IPK 3,98 (Dok. UGM)

Tantangan Nyata: Kadang Merasa Gaptek

Djoko tidak berpura-pura bahwa segalanya mudah. Salah satu hambatan terbesar yang ia akui adalah adaptasi terhadap teknologi digital kampus — sistem pembelajaran online, aplikasi akademik, hingga tugas berbasis bahasa pemrograman yang sudah menjadi keseharian mahasiswa muda.

"Kadang saya merasa gaptek bila dibandingkan dengan mahasiswa lainnya yang rata-rata usianya lebih muda dari saya," ungkapnya jujur.

Baca Juga: Saat Kampus Menjadi Rumah Inklusivitas: Wisuda UML 2025 dan Kisah Inspiratif Biarawati

Namun, alih-alih menyerah, ia memilih untuk terus beradaptasi. Dan rekan-rekan mahasiswa yang jauh lebih muda pun tak segan membantu.

"Mereka sangat menghormati mahasiswa senior. Kalau saya mengalami kesulitan, biasanya mereka dengan senang hati membantu," ceritanya.

Hadiah Terbaik Menjelang Purna Tugas

Yang membuat kisah ini semakin menyentuh adalah konteksnya: Djoko menyelesaikan S2 ini tepat menjelang masa pensiunnya.

Bagi sebagian orang, mendekati usia purna tugas berarti saatnya bersantai. Bagi Djoko, itu justru momentum untuk membuktikan sesuatu.

Baca Juga: Bukan Sekadar Anak Ariel NOAH: Kisah Inspiratif Alleia Anata, Si Ekstrovert Cerdas dengan Segudang Prestasi

"Kelulusan ini merupakan hadiah besar menjelang purna tugas saya. Ini juga menjadi bukti bahwa saya telah berusaha memanfaatkan sebaik-baiknya kesempatan yang diberikan institusi untuk kuliah lagi," katanya.

Ia pun menitipkan pesan sederhana namun berbobot untuk generasi muda: jalani studi dengan penuh semangat, bersungguh-sungguh, dan percaya diri.

"Menuntut ilmu tidak terbatas oleh usia, selama kita masih mampu melaksanakannya."

Di era ketika banyak anak muda mencari alasan untuk menunda belajar, Djoko hadir sebagai pengingat yang nyata — bahwa semangat tidak punya tanggal kedaluwarsa.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Leihana

Sumber: ugm. ac. id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X