Kamu Bukan Malas, Kamu Cuma Lelah: Mengapa Gila Kerja Sebenarnya Adalah Alarm Trauma Pikiran

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Senin, 25 Mei 2026 | 15:56 WIB
Ilustrasi Mungkin Kamu Terjebak 'Trauma Produktivitas' Milenial (Desain AI )
Ilustrasi Mungkin Kamu Terjebak 'Trauma Produktivitas' Milenial (Desain AI )

TITIKTEMU.CO-Bagi sebagian besar generasi milenial hari-hari kita sering kali dipenuhi oleh daftar panjang pekerjaan yang seolah tidak pernah ada habisnya.

Kita bangun pagi dengan perasaan dikejar waktu dan tidur larut malam dengan kecemasan tentang hari esok yang belum tiba.

Anehnya ketika kita akhirnya memiliki sedikit waktu luang untuk beristirahat tubuh dan pikiran kita justru menolak untuk diam.

Baca Juga: Bosan Itu Obat: Rahasia Mengembalikan Fokus dan Kreativitas yang Hilang Akibat Candu Konten

Ada rasa bersalah yang sangat besar dan menghantui setiap kali kita mencoba untuk duduk santai tanpa melakukan aktivitas produktif.

Obsesi untuk selalu terlihat sibuk dan menghasilkan sesuatu setiap detiknya ini kini populer dengan istilah hustle culture.

Namun jika kita melihat lebih dalam dari sudut pandang psikologi fenomena ini sebenarnya bukan sekadar masalah semangat kerja yang tinggi.

Baca Juga: Lelah saat mau santai? Kenali leisure anxiety, paradoks me time yang malah bikin stres para wanita.

Produktivitas yang berlebihan dan tidak terkendali ini sering kali merupakan sebuah bentuk trauma masa lalu yang dikemas dengan sangat rapi.

Generasi milenial tumbuh besar di tengah bayang-bayang krisis ekonomi tuntutan orang tua serta persaingan dunia kerja yang luar biasa kejam.

Secara tidak sadar kita mulai mengaitkan nilai harga diri kita secara utuh dengan seberapa banyak pencapaian yang berhasil kita raih.

Baca Juga: Gaji Pas-pasan Harga Tanah Selangit, Menilik Alasan Gen Z Indonesia Pasrah Kontrak Rumah Seumur Hidup

Kita merasa aman hanya ketika kita sedang bekerja keras dan merasa terancam gagal saat kita memilih untuk beristirahat sejenak.

Ketakutan akan masa depan dan rasa tidak aman inilah yang kemudian kita kompensasikan lewat kerja tanpa henti hingga mengalami burnout.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Leihana

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X