Gaji Pas-pasan Harga Tanah Selangit, Menilik Alasan Gen Z Indonesia Pasrah Kontrak Rumah Seumur Hidup

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Senin, 25 Mei 2026 | 10:08 WIB
Ilustrasi Ekonomi RI masuk 17 besar dunia, tapi Gen Z makin sulit punya rumah sendiri (Desain AI )
Ilustrasi Ekonomi RI masuk 17 besar dunia, tapi Gen Z makin sulit punya rumah sendiri (Desain AI )

TITIKTEMU.CO-Kabar mengenai Indonesia yang berhasil masuk dalam jajaran tujuh belas kekuatan ekonomi terbesar di dunia tentu sangat membanggakan.

Angka pertumbuhan ekonomi makro kita terus menunjukkan grafik positif yang sering kali dipuji oleh para pengamat internasional.

Namun di balik gemerlap angka statistik yang memukau tersebut ada sebuah kenyataan pahit yang harus dihadapi di lapangan.

Baca Juga: Lelah saat mau santai? Kenali leisure anxiety, paradoks me time yang malah bikin stres para wanita.

Bagi jutaan anak muda dan pekerja awal di Indonesia narasi kesuksesan ekonomi tersebut terasa sangat jauh dari realitas.

Kontradiksi yang paling nyata dan sering dikeluhkan saat ini adalah betapa sulitnya generasi muda untuk membeli rumah pertama mereka.

Memiliki tempat tinggal pribadi kini bukan lagi sekadar impian melainkan sebuah kemewahan yang hampir mustahil untuk dijangkau.

Baca Juga: Ekonomi Kreatif Rp1.000 Triliun: Peluang Besar yang Masih Dilewatkan Anak Muda Indonesia

Jurang pemisah antara kenaikan upah rata-rata bulanan dan lonjakan harga properti setiap tahunnya justru semakin melebar tajam.

Gaji karyawan baru mungkin hanya naik beberapa persen saja dalam setahun mengikuti standar inflasi yang ditetapkan pemerintah.

Sementara itu harga sepetak tanah dan rumah di kawasan strategis bisa melonjak berkali-kali lipat dalam waktu singkat.

Baca Juga: Satu Malam Tanpa Layar: Tantangan 30 Hari yang Mengubah Rumah Sunyi Jadi Penuh Tawa

Ketimpangan antara ekonomi makro dan mikro ini membuat daya beli generasi muda terus tergerus oleh zaman.

Banyak anak muda yang akhirnya terpaksa mengubur dalam-dalam keinginan mereka untuk bisa mandiri dan memiliki aset properti sendiri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Leihana

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X