TITIKTEMU.CO-Beberapa tahun lalu, media sosial kita dipenuhi oleh pemandangan interior rumah minimalis dengan estetika seragam yang tampak sangat cantik saat difoto.
Furnitur industri dengan warna monokrom atau sofa berbahan busa tipis yang minimalis sempat menjadi impian hampir setiap keluarga muda di Indonesia.
Namun, perlahan tapi pasti, kejenuhan terhadap dekorasi yang serba seragam dan berorientasi pada visual media sosial ini mulai melahirkan sebuah tren baru yang unik.
Baca Juga: Syal Merah di Dermaga Jumunjin Kembali! Gong Yoo dan Kim Go Eun Reuni 10 Tahun Drama Goblin
Banyak orang Indonesia kini mulai beralih ke gerakan tren anti-tren, sebuah keputusan sadar untuk meninggalkan perabot yang sekadar instagramable.
Pilihan estetik masyarakat kini bergeser kembali pada kehangatan dan keaslian material lokal seperti kayu alami, rotan, dan anyaman tekstil artisan.
Ada kesadaran humanis yang tumbuh bahwa rumah adalah tempat tinggal yang nyata, sebuah ruang hidup yang harus memberikan kenyamanan, bukan sekadar studio foto sementara.
Furnitur massal yang tampak estetik di layar gawai sering kali mengecewakan dari segi daya tahan karena materialnya yang cepat rusak dalam hitungan bulan.
Sebaliknya, perabot dari material alami seperti kayu jati atau rotan lokal menawarkan kualitas ketahanan yang luar biasa hingga bisa diwariskan ke generasi berikutnya.
Setiap goresan serat kayu alami dan tekstur anyaman tangan pengrajin lokal membawa cerita unik yang membuat suasana rumah terasa jauh lebih personal.
Konsumen hari ini juga semakin cerdas dan mulai mengapresiasi proses pembuatan furnitur tradisional yang membutuhkan keahlian tangan serta waktu yang tidak sebentar.
Baca Juga: Tren Smart Home 2026: Investasi Hemat Energi atau Sekadar Pemborosan Gaya Hidup?
Memilih produk artisan lokal bukan lagi sekadar urusan dekorasi, melainkan sebuah bentuk dukungan nyata terhadap keberlanjutan lingkungan dan ekonomi para pengrajin daerah.
Artikel Terkait
Tren Smart Home 2026: Investasi Hemat Energi atau Sekadar Pemborosan Gaya Hidup?
OJK Sebut Gen Z Paling Berani Ambil Risiko, Investasi Kripto Lebih Untung dari Emas?
Diam-diam Lo Kheng Hong Borong Saham Lagi — GJTL dan SIMP Masuk Keranjang!
Buruan Daftar! PAMA Buka Lowongan Kerja 2026 untuk 3 Posisi di Tambang Sulawesi
Bukan Malas Tapi Lelah, Ini Alasan Gen Z Indonesia Pilih Hidup Cukup daripada Kejar Karier Gila-gilaan!
Syal Merah di Dermaga Jumunjin Kembali! Gong Yoo dan Kim Go Eun Reuni 10 Tahun Drama Goblin