Tren Anti-Tren 2026: Kenapa Perabot Rotan dan Kayu Jati Lokal Kembali Merajai Rumah Modern?

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Minggu, 24 Mei 2026 | 08:30 WIB
Ilustrasi Tinggalkan furnitur instagramable, warga Indonesia pilih kayu alami (Desain AI )
Ilustrasi Tinggalkan furnitur instagramable, warga Indonesia pilih kayu alami (Desain AI )

TITIKTEMU.CO-Beberapa tahun lalu, media sosial kita dipenuhi oleh pemandangan interior rumah minimalis dengan estetika seragam yang tampak sangat cantik saat difoto.

Furnitur industri dengan warna monokrom atau sofa berbahan busa tipis yang minimalis sempat menjadi impian hampir setiap keluarga muda di Indonesia.

Namun, perlahan tapi pasti, kejenuhan terhadap dekorasi yang serba seragam dan berorientasi pada visual media sosial ini mulai melahirkan sebuah tren baru yang unik.

Baca Juga: Syal Merah di Dermaga Jumunjin Kembali! Gong Yoo dan Kim Go Eun Reuni 10 Tahun Drama Goblin

Banyak orang Indonesia kini mulai beralih ke gerakan tren anti-tren, sebuah keputusan sadar untuk meninggalkan perabot yang sekadar instagramable.

Pilihan estetik masyarakat kini bergeser kembali pada kehangatan dan keaslian material lokal seperti kayu alami, rotan, dan anyaman tekstil artisan.

Ada kesadaran humanis yang tumbuh bahwa rumah adalah tempat tinggal yang nyata, sebuah ruang hidup yang harus memberikan kenyamanan, bukan sekadar studio foto sementara.

Baca Juga: Bukan Malas Tapi Lelah, Ini Alasan Gen Z Indonesia Pilih Hidup Cukup daripada Kejar Karier Gila-gilaan!

Furnitur massal yang tampak estetik di layar gawai sering kali mengecewakan dari segi daya tahan karena materialnya yang cepat rusak dalam hitungan bulan.

Sebaliknya, perabot dari material alami seperti kayu jati atau rotan lokal menawarkan kualitas ketahanan yang luar biasa hingga bisa diwariskan ke generasi berikutnya.

Setiap goresan serat kayu alami dan tekstur anyaman tangan pengrajin lokal membawa cerita unik yang membuat suasana rumah terasa jauh lebih personal.

Konsumen hari ini juga semakin cerdas dan mulai mengapresiasi proses pembuatan furnitur tradisional yang membutuhkan keahlian tangan serta waktu yang tidak sebentar.

Baca Juga: Tren Smart Home 2026: Investasi Hemat Energi atau Sekadar Pemborosan Gaya Hidup?

Memilih produk artisan lokal bukan lagi sekadar urusan dekorasi, melainkan sebuah bentuk dukungan nyata terhadap keberlanjutan lingkungan dan ekonomi para pengrajin daerah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Leihana

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X