Kenapa Claude Terasa Lebih “Manusia”?
Banyak pengguna menyebut Claude terasa lebih hangat dan empatik dibanding chatbot AI lain.
Kalimat sederhana seperti “Itu terdengar berat” saat pengguna bercerita ternyata bukan respons acak.
Itu adalah hasil desain karakter yang memang diajarkan Amanda kepada AI tersebut.
Namun proses ini tidak mudah.
Amanda harus memastikan Claude tetap sopan dan aman tanpa terdengar menggurui atau terlalu sok moral.
Baca Juga: Dari Layar YouTube ke Layar Bioskop: Petualangan Baru Masha and the Bear Siap Meledak di 2028
Hasilnya cukup mengejutkan. Berdasarkan berbagai metrik industri, Claude menjadi salah satu AI dengan tingkat kepercayaan publik tertinggi dan angka halusinasi terendah di industri.
Masa Depan AI Mungkin Tidak Lagi Ditentukan Programmer Saja
Kisah Amanda Askell menunjukkan sesuatu yang menarik: masa depan AI mungkin bukan hanya ditentukan oleh programmer dan insinyur, tetapi juga oleh filsuf, psikolog, seniman, dan orang-orang yang memahami manusia secara mendalam.
Karena pada akhirnya, tantangan terbesar AI bukan lagi soal membuat mesin berpikir cepat—melainkan membuat teknologi tetap manusiawi ketika berbicara dengan manusia.***
Artikel Terkait
Dari Layar YouTube ke Layar Bioskop: Petualangan Baru Masha and the Bear Siap Meledak di 2028
Moto3 Catalunya 2026. Ega Vega Finish Kedelapan, Quiles Tetap Juara. Ini Urutannya
Idul Adha 2026 Resmi 27 Mei: Begini Cara Pemerintah “Membaca Langit” dari Aceh sampai Papua
Fungsi dan Contoh Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) dalam SPMB 2026 Penerimaan Murid Baru
Bocoran Materi Tes SKT KDKMP & KNMP 2026 dan Lokasi untuk Peserta
Idul Adha 2026 Jadi Momen Langka: Pemerintah dan Muhammadiyah Kompak, Libur Panjang 6 Hari Mengintip di Depan Mata
Arab Saudi Resmi Buka Musim Umrah 2026: Visa Mulai Terbit, Semua Jamaah Kini Wajib Lewat Aplikasi Ini