Bukan Programmer, Bukan Insinyur: Perempuan Lulusan Filsafat Ini Diam-Diam Membentuk “Hati” AI Claude

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Senin, 18 Mei 2026 | 17:00 WIB
Amanda Askell, lulusan filsafat yang membentuk empati dan moral AI Claude (Time)
Amanda Askell, lulusan filsafat yang membentuk empati dan moral AI Claude (Time)

TITIKTEMU.CO-Di tengah perlombaan perusahaan teknologi menciptakan kecerdasan buatan (AI) paling cepat dan paling pintar, ada satu pertanyaan yang jarang dibahas: bagaimana kalau AI menjadi sangat cerdas, tetapi tidak punya empati?

Pertanyaan itulah yang justru menjadi fokus utama Anthropic, perusahaan teknologi di balik chatbot AI bernama Claude.

Menariknya, sosok yang dipercaya membentuk “kepribadian” Claude bukan seorang insinyur Silicon Valley, melainkan lulusan filsafat asal Skotlandia bernama Amanda Askell.

Di era ketika AI mulai masuk ke kehidupan sehari-hari manusia, Amanda melakukan sesuatu yang terdengar hampir mustahil: mengajari mesin untuk memahami etika, empati, dan cara menjadi “baik.”

Baca Juga: Arab Saudi Resmi Buka Musim Umrah 2026: Visa Mulai Terbit, Semua Jamaah Kini Wajib Lewat Aplikasi Ini

Dari Buku Fantasi ke Dunia AI

Amanda Askell tumbuh di kota kecil Prestwick, Skotlandia.

Ketertarikannya pada moralitas dan pertanyaan tentang kehidupan sudah muncul sejak kecil, terutama setelah membaca karya-karya fantasi seperti milik J. R. R. Tolkien dan C. S. Lewis.

Alih-alih mengambil jurusan teknik komputer, Amanda justru mempelajari seni rupa dan filsafat di University of Dundee.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke University of Oxford hingga meraih gelar doktor di New York University (NYU).

Di sana, ia mendalami bidang yang sangat rumit: etika tak terbatas atau infinite ethics—cabang filsafat yang membahas bagaimana moralitas bekerja dalam skala populasi yang sangat besar.

Baca Juga: Bocoran Materi Tes SKT KDKMP & KNMP 2026 dan Lokasi untuk Peserta

Mungkin terdengar jauh dari dunia AI, tetapi justru pemikiran filosofis inilah yang akhirnya membuatnya dicari perusahaan teknologi besar.

Sempat Bergabung dengan OpenAI

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Leihana

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X