TITIKTEMU.CO - Kabar baik datang bagi masyarakat ibu kota yang menantikan transportasi publik semakin terintegrasi. Proyek LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome–Manggarai kini sudah mencapai progres 91,86 persen.
Artinya, jalur baru yang akan menghubungkan kawasan timur dan pusat Jakarta ini semakin dekat untuk digunakan masyarakat.
Proyek yang digarap PT Waskita Karya (Persero) Tbk bersama pemilik proyek PT Jakarta Propertindo (Jakpro) tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam memperbaiki sistem transportasi massal Jakarta yang terus berkembang.
Saat ini, pekerjaan utama yang tersisa adalah pemasangan steel box girder di kawasan Simpang Matraman.
Sementara sambungan jalur layang LRT yang melintasi Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono sudah selesai 100 persen. Pencapaian ini menunjukkan pembangunan berjalan sesuai target dan memasuki tahap akhir.
Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menjelaskan bahwa keberhasilan proyek ini tidak lepas dari kerja sama banyak pihak.
Mulai dari perusahaan pelaksana, pemerintah daerah, hingga para pemangku kepentingan lain yang terlibat sejak awal pembangunan.
Baca Juga: Kabar Baik Jemaah Haji 2026! Kereta Cepat Haramain Kini Beroperasi Sampai Dini Hari
Menurutnya, proyek LRT Jakarta Fase 1B bukan sekadar membangun jalur kereta perkotaan, tetapi juga menghadirkan solusi mobilitas modern yang lebih aman, nyaman, dan efisien bagi warga Jakarta.
Dalam pengerjaannya, Waskita Karya menggunakan berbagai teknologi konstruksi modern. Salah satunya adalah metode long span atau bentang panjang yang memudahkan pembangunan di area padat lalu lintas.
Selain itu, perusahaan juga menerapkan sistem Building Information Modeling (BIM) hingga level 7D.
Teknologi tersebut memungkinkan proses pembangunan dipantau secara detail, mulai dari desain, jadwal kerja, biaya, hingga potensi risiko di lapangan. Dengan sistem digital ini, proyek bisa berjalan lebih presisi dan efisien.
Baca Juga: Belajar Investasi dari TikTok? Ini Risiko yang Jarang Disadari Gen Z
Tak hanya itu, penggunaan drone fotogrametri serta simulasi 4D juga membantu tim memonitor perkembangan proyek secara real time.
Artikel Terkait
Baru 13 Hari Tayang, Film Ghost in the Cell Tembus 2 Juta Penonton dan Jadi Fenomena Baru di Bioskop Indonesia
Review Drakor If Wishes Could Kill (2026): Horor Sekolah dengan Aplikasi Pengabul Keinginan yang Berujung Kutukan
El Nino vs Musim Kemarau: Kenapa Cuaca Bisa Lebih Panas? BMKG Prediksi Puncak Kemarau 2026 Terjadi Agustus
Gen Z Mulai Tinggalkan Brand Mewah: Jika Bukan Logo Mahal, Lalu Apa yang Mereka Cari?
Suka Project Hail Mary? Ini 5 Film Sci-Fi Luar Angkasa yang Bikin Otak dan Emosi Ikut Terbang
Rumah Bukan Sekadar Tempat Tinggal: Kini Jadi Klinik Longevity untuk Hidup Lebih Panjang dan Sehat
Rencana Penghapusan Prodi Dinilai Berbahaya: Kampus Bisa Berubah Jadi “Pabrik Tenaga Kerja” Industri
Bukan Cuma Uang, Sekarang Orang Mulai Investasi pada Otak: Inilah Konsep “Brain Wealth”
Polisi Periksa Sopir Taksi dan Masinis Usai Kecelakaan KRL–KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur
UTBK 2026 Berakhir Kapan? Ini Tanggal Terakhir Tes yang Wajib Diketahui Calon Mahasiswa