Idulfitri dan Nyepi Bersamaan, Cara Muhammadiyah Bali Jaga Harmoni Jadi Teladan Toleransi

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Selasa, 17 Maret 2026 | 17:05 WIB
Foto ilustrasi Muhammadiyah Bali pilih takbiran sederhana saat Idulfitri bersamaan Nyepi (Desain AI )
Foto ilustrasi Muhammadiyah Bali pilih takbiran sederhana saat Idulfitri bersamaan Nyepi (Desain AI )

TITIKTEMU.CO - Ketika dua perayaan besar dari tradisi yang berbeda jatuh pada waktu yang sama, harmoni menjadi kunci utama agar kehidupan masyarakat tetap berjalan damai.

Hal itulah yang terlihat di Bali ketika Hari Raya Idulfitri dan Nyepi berlangsung berdekatan.

Dalam situasi ini, Muhammadiyah Bali mengambil langkah bijak dengan mengedepankan toleransi dan menjaga keseimbangan kehidupan antarumat beragama.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, memberikan apresiasi terhadap kebijakan yang diambil oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bali.

Baca Juga: Ramadhan Hampir Usai, Jangan Lakukan 7 Kesalahan yang Sering Terjadi di 10 Hari Terakhir

Menurutnya, langkah tersebut mencerminkan komitmen kuat untuk menjaga keharmonisan sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

PWM Bali diketahui mengikuti keputusan yang dikeluarkan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Salah satu poin penting dalam keputusan tersebut berkaitan dengan petunjuk teknis pelaksanaan takbiran menjelang Idulfitri, yang bertepatan dengan perayaan Nyepi.

Kebijakan ini mengajak umat Muslim untuk menunaikan takbiran secara lebih sederhana dan penuh pertimbangan terhadap situasi sekitar.

Haedar menjelaskan bahwa Muhammadiyah di Denpasar bahkan menginstruksikan agar takbiran tahun ini lebih banyak dilakukan di rumah masing-masing.

Jika dilakukan di masjid, pelaksanaannya tetap dianjurkan berlangsung secara tenang dan tidak berlebihan.

Baca Juga: Doa Puasa Hari ke 27 Ramadhan: Bacaan, Keutamaan, dan Harapan Meraih Lailatul Qadar

Langkah ini dipandang sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Hindu yang sedang menjalani Hari Raya Nyepi, sebuah momen sakral yang identik dengan suasana hening dan refleksi diri.

Dengan menjaga ketenangan saat takbiran, umat Muslim turut menunjukkan sikap saling menghargai dalam kehidupan beragama.

Meski demikian, Haedar menegaskan bahwa pelaksanaan Salat Idulfitri tetap dapat dilakukan secara tertib sesuai kesepakatan bersama antara panitia hari besar Islam (PHBI) dan pemerintah daerah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: Muhammadiyah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X