Lebaran 2026 Berpotensi Beda Hari? Ini Prediksi BMKG, BRIN, dan Muhammadiyah tentang 1 Syawal 1447 H

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Minggu, 15 Maret 2026 | 07:05 WIB
Foto ilustrasi Prediksi Idul Fitri 2026 (Desain AI )
Foto ilustrasi Prediksi Idul Fitri 2026 (Desain AI )

TITIKTEMU.CO - Perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah pada tahun 2026 diperkirakan memiliki potensi perbedaan penetapan hari.

Sehingga masyarakat kembali menantikan keputusan resmi yang biasanya diumumkan setelah sidang isbat pemerintah.

Sementara sejumlah lembaga dan organisasi Islam telah lebih dulu menyampaikan prediksi berdasarkan metode hisab dan data astronomi yang tersedia.

Baca Juga: Catat! Ini Jadwal One Way, Contraflow, dan Ganjil Genap Mudik Lebaran 2026 Resmi Dirilis, Lengkap dengan Ruas Tolny 

 Muhammadiyah Lebih Dulu Tetapkan Tanggal Lebaran

Organisasi Islam Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 H akan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Penetapan ini dilakukan melalui metode hisab hakiki wujudul hilal yang selama ini menjadi dasar penentuan awal bulan hijriah di lingkungan Muhammadiyah.

Metode tersebut menggunakan perhitungan astronomi untuk menentukan apakah bulan sabit muda atau hilal telah berada di atas ufuk saat matahari terbenam.

Jika hilal sudah wujud meskipun sangat tipis, maka keesokan harinya dianggap sebagai awal bulan baru dalam kalender hijriah.

Namun demikian, keputusan ini tidak selalu sama dengan hasil sidang isbat yang dilakukan pemerintah karena metode yang digunakan berbeda.

Baca Juga: Lowongan Kerja Kalbe Farma Maret 2026 Dibuka! Fresh Graduate D3–S1 Bisa Daftar

Prediksi Peneliti BRIN: Lebaran Bisa Jatuh 21 Maret

Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, memprediksi bahwa Idul Fitri kemungkinan besar akan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Prediksi ini didasarkan pada analisis posisi hilal pada Kamis, 19 Maret 2026 saat waktu magrib di wilayah Asia Tenggara.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: BRIN, BMKG

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X