Ketakutan akan ditilang polisi membuatnya gelap mata. Alih-alih berhenti atau mencari jalan keluar yang aman, ia justru melawan arus dan memacu kendaraan secara agresif.
“Tadinya takut ditilang,” tambahnya singkat.
Baca Juga: Raih Dua Keutamaan Sekaligus: Tips Memaksimalkan Ibadah di Jumat Ramadhan
Tak Kenal Medan Jakarta
Selain panik, HM juga mengaku tidak familiar dengan kondisi jalan di Jakarta Pusat. Ia diketahui melakukan perjalanan jauh dari Surabaya menuju Karawang, lalu berniat melanjutkan perjalanan ke Ancol bersama kekasihnya.
Sebelum insiden terjadi, keduanya sempat membeli dimsum. Namun setelah kembali ke jalan, situasi berubah kacau. Karena sudah terlanjur melawan arah, HM merasa tidak bisa menghentikan kendaraan dengan aman.
“Karena sudah lawan arah, sudah enggak bisa berhenti. Panik banget,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut justru memicu kritik publik. Banyak yang menilai kepanikan tidak bisa dijadikan alasan untuk membahayakan nyawa orang lain.
Jadi Pelajaran Penting Keselamatan Berkendara
Kasus sopir ugal-ugalan di Gunung Sahari ini menjadi pengingat penting tentang tanggung jawab di jalan raya.
Mengemudi tanpa SIM bukan hanya pelanggaran administratif, tetapi juga menunjukkan kurangnya kesiapan dan kompetensi berkendara.
Hingga kini, polisi masih mendalami detail kejadian serta kemungkinan pelanggaran lain yang dilakukan tersangka. Sementara itu, peristiwa ini menjadi refleksi bahwa kepanikan di jalan bisa berubah menjadi ancaman serius bagi keselamatan banyak orang.
Tertib administrasi dan disiplin berlalu lintas bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk perlindungan terhadap diri sendiri dan sesama pengguna jalan.***
Artikel Terkait
Vonis 15 Tahun untuk Anak Riza Chalid: Babak Baru Skandal Korupsi Minyak Mentah Rp 285 Triliun
Sidang Adat Sudah, Proses Pidana Jalan Terus: Babak Baru Kasus Pandji Pragiwaksono
ABK 3 Hari Langsung Dituntut Mati? Hotman Paris Bongkar Kejanggalan Kasus 2 Ton Sabu Sea Dragon
Air Mata di Ruang Tipikor: Riva Siahaan Membungkuk di Hadapan Pendukung Jelang Vonis Kasus Minyak
Siap-Siap 18 Maret! Lebih dari Setengah Warga RI Diprediksi Mudik Lebaran 2026, Jawa Tengah Jadi Magnet Terbesar
Raih Dua Keutamaan Sekaligus: Tips Memaksimalkan Ibadah di Jumat Ramadhan
Belum Separuh Tapi Ingin Khatam? Ini Strategi Realistis Mengejar Target Al-Qur’an di Sisa Ramadhan
Apakah Tunjangan Hari Raya (THR) Kena Pajak? Simak Penjelasan dan Aturannya!
Rekap Playoff Liga Champions 2026: Delapan Tim Tambahan Siap Bertarung di Babak 16 Besar
Bridgerton Lanjut ke Season 5, Siapa Jadi Pusat Kisah Cinta Berikutnya?