Mengapa 1 Ramadhan Muhammadiyah Hari Rabu 18 Februari 2026?  

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Jumat, 13 Februari 2026 | 21:28 WIB
Mengapa 1 Ramadhan Muhammadiyah Hari Rabu 18 Februari 2026?   (ANTARA FOTO/Rizal Hanafi)
Mengapa 1 Ramadhan Muhammadiyah Hari Rabu 18 Februari 2026?   (ANTARA FOTO/Rizal Hanafi)

TITIKTEMU.CO - Penetapan awal puasa Ramadhan 2026 kembali menjadi perhatian umat Islam di Indonesia, terutama munculnya kemungkinan perbedaan antara pemerintah dan Muhammadiyah.

Bukan tanpa alasan. Sebab, organisasi keagamaan terbesar Muhammadiyah jauh-jauh hari sudah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H atau awal puasa jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Sementara itu, Pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU) belum menetapkan, karena masih menunggu hasil sidang isbat yang akan digelar 17 februari 2026.

Apakah nantinya akan muncul perbedaan awal puasa, dalam artian warga Muhammadiyah mulai puasa lebih dulu dibandingkan keputusan pemerintah?

Baca Juga: Kapan Puasa Ramadan 2026 Dimulai? Ini Prediksi Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan BRIN 

Penetapan Awal Puasa Ramadhan Muhammadiyah  

Muhammadiyah menetapkan awal puasa Ramadhan 2026 berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025. Dalam maklumat tersebut, disebutkan bahwa 1 Ramadhan 1447 H atau awal puasa jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Penetapan ini menggunakan metode hisab, yaitu perhitungan astronomi untuk menentukan posisi bulan. Muhammadiyah juga menggunakan sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Kalender ini mengacu pada parameter visibilitas hilal secara global, bukan hanya di wilayah Indonesia. Dengan metode ini, shalat tarawih pertama bagi warga Muhammadiyah digelar Selasa malam, 17 Februari 2026.

Baca Juga: Awal Puasa Ramadhan 2026 Tanggal Berapa? Muhammadiyah, NU, dan Pemerintah Mungkin Berbeda 

Kenapa Muhammadiyah Bisa Menetapkan Lebih Awal?

Keputusan Muhammadiyah didasarkan pada hasil perhitungan Majelis Tarjih dan Tajdid, yang menunjukkan bahwa kriteria kalender global sudah terpenuhi di beberapa wilayah dunia.

Dalam sistem KHGT, ada dua parameter utama yang digunakan, yaitu, tinggi hilal minimal 5 derajat, dan sudut elongasi minimal 8 derajat.

Meski di Indonesia kriteria tersebut belum terpenuhi, Muhammadiyah menggunakan prinsip global. Artinya, jika di wilayah lain di dunia kriteria terpenuhi, maka awal bulan baru Hijriah bisa dimulai.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X