TITIKTEMU.CO - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI resmi membuka penjualan tiket kereta api untuk arus mudik Lebaran 2026. Tiket yang mulai tersedia adalah untuk keberangkatan H-7 Lebaran, tepatnya 14 Maret 2026, dan dapat dipesan mulai 28 Januari 2026 melalui kanal resmi KAI.
Melalui akun Instagram resminya @kai121_, KAI membagikan sejumlah strategi penting agar calon penumpang berhasil mendapatkan tiket sekaligus terhindar dari praktik percaloan dan jalur tidak resmi.
1. Pastikan Membeli Tiket Lewat Kanal Resmi KAI
KAI menegaskan agar masyarakat tidak membeli tiket dari pihak tidak resmi. Pembelian tiket disarankan hanya melalui:
- Aplikasi Access by KAI
- Situs resmi booking.kai.id
- Mitra resmi penjualan tiket KAI
Langkah ini penting untuk menghindari harga tiket yang lebih mahal, risiko penipuan, serta kerugian lainnya.
Baca Juga: Viral Pemotor Merokok Sambil Gendong Bayi di Palmerah, Teguran Berujung Pemukulan
2. Manfaatkan Opsi Rute Alternatif
Jika tiket untuk rute langsung sudah habis, calon penumpang dapat memanfaatkan pemecahan rute perjalanan. Contohnya:
- Rute langsung: Jakarta – Surabaya
- Alternatif: Jakarta – Semarang, lalu Semarang – Surabaya
Namun, KAI mengingatkan agar memberi jeda waktu minimal 180 menit antar kereta untuk mengantisipasi keterlambatan dan menjaga kenyamanan perjalanan.
3. Bersikap Fleksibel dalam Menentukan Tanggal Berangkat
Penjualan tiket mudik Lebaran 2026 dilakukan untuk keberangkatan H-10 hingga H+10, yakni 10–30 Maret 2026, dengan masa pemesanan mulai 25 Januari hingga 15 Februari 2026.
Jika tiket di tanggal yang diincar sudah habis, penumpang disarankan menggeser jadwal satu hari lebih awal atau lebih lambat agar peluang mendapatkan tiket semakin besar.
4. Rutin Cek Ketersediaan Tiket
Artikel Terkait
Ahok Sebut Golf Jadi Tempat Negosiasi Paling Murah dan Sehat Saat Bersaksi di Sidang Korupsi Pertamina
Bersaksi di Sidang Korupsi Pertamina, Ahok Ungkap Sejumlah Penyimpangan dan Alasan Mundur sebagai Komut
Rekaman Udara Longsor Cisarua Bandung Barat Viral, Lereng Perbukitan Terbelah dan Tinggalkan Jejak Panjang
Viral Pedagang Es Gabus di Depok Diduga Diintimidasi Oknum Aparat, Hasil Lab Pastikan Es Aman Dikonsumsi
Viral Pemotor Merokok Sambil Gendong Bayi di Palmerah, Teguran Berujung Pemukulan