TITIKTEMU.CO - Sebuah video yang menampilkan dugaan intimidasi terhadap pedagang es gabus atau es kue jadul di Kota Depok, Jawa Barat, viral di media sosial dan memicu kemarahan publik. Dalam video tersebut, dua pria yang diduga oknum aparat menuding dagangan es milik pedagang mengandung spons atau kapas, tanpa disertai bukti medis yang jelas.
Akibat kejadian tersebut, pedagang bernama Sudrajat mengalami luka fisik, trauma psikologis, serta kerugian materi akibat dagangannya dirusak.
Kronologi Kejadian Intimidasi Pedagang Es
Sudrajat menuturkan, peristiwa memilukan itu terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2026, saat dirinya sedang berjualan seperti biasa. Sekitar lima orang tiba-tiba menghampirinya dan mempertanyakan bahan serta asal-usul es kue yang dijualnya.
Dalam rekaman video yang beredar, salah satu oknum terlihat membakar es tersebut untuk membuktikan tudingan adanya bahan sintetis berbahaya. Namun, es justru meleleh normal seperti es pada umumnya. Meski demikian, tindakan represif tetap dilakukan.
“Mereka tanya bahannya apa, saya jawab es asli dari pabrik di Depok. Saya sudah jualan hampir 30 tahun. Tapi mereka malah meremas dan menginjak es dagangan saya sampai rusak,” ujar Sudrajat saat ditemui pada Selasa (27/1/2026).
Dagangan Dirusak, Pedagang Alami Kekerasan
Tak hanya merusak barang dagangan, Sudrajat mengaku mengalami kekerasan fisik, berupa pemukulan dan tendangan. Sekitar 150 buah es kue yang dibawanya hancur dan tidak dapat dijual kembali, menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan.
Hingga tiga hari pascakejadian, Sudrajat mengaku belum berani kembali berjualan karena masih merasa takut dan trauma. “Saya khawatir kejadian seperti ini terulang lagi,” katanya.
Hasil Uji Laboratorium: Es Dinyatakan Aman
Menanggapi kegaduhan publik, Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya langsung melakukan uji laboratorium terhadap sampel es yang viral tersebut.
Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa seluruh sampel, mulai dari es gabus, es kue, agar-agar, hingga cokelat, aman dan layak dikonsumsi. Tidak ditemukan kandungan spons, kapas, maupun bahan berbahaya lainnya seperti yang dituduhkan dalam video.
Artikel Terkait
Longsor Cisarua Bandung Barat: 23 Marinir TNI AL Tertimbun, Empat Ditemukan Meninggal
Istri Pesulap Merah Meninggal Dunia, Marcel Radhival Ungkap Duka Mendalam
Ahok Sebut Golf Jadi Tempat Negosiasi Paling Murah dan Sehat Saat Bersaksi di Sidang Korupsi Pertamina
Bersaksi di Sidang Korupsi Pertamina, Ahok Ungkap Sejumlah Penyimpangan dan Alasan Mundur sebagai Komut
Rekaman Udara Longsor Cisarua Bandung Barat Viral, Lereng Perbukitan Terbelah dan Tinggalkan Jejak Panjang