Ahok Sebut Golf Jadi Tempat Negosiasi Paling Murah dan Sehat Saat Bersaksi di Sidang Korupsi Pertamina

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Selasa, 27 Januari 2026 | 21:33 WIB
Menyoroti pernyataan mantan Gubernur DKI Jakarta, Ahok dalam sidang kasus korupsi tata kelola minyak mentah di Pengadilan Tipikor Jakarta.  ( (Instagram.com/@basukibtp - Dok. Pertamina Patra Niaga))
Menyoroti pernyataan mantan Gubernur DKI Jakarta, Ahok dalam sidang kasus korupsi tata kelola minyak mentah di Pengadilan Tipikor Jakarta. ( (Instagram.com/@basukibtp - Dok. Pertamina Patra Niaga))

TITIKTEMU.CO - Pernyataan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, Ahok menyebut bahwa lapangan golf merupakan lokasi negosiasi yang paling murah dan sehat, sebuah pernyataan yang disampaikannya saat menjadi saksi dalam sidang kasus korupsi tata kelola minyak mentah di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Diketahui, dalam perkara tersebut terdapat sembilan terdakwa, salah satunya Riva Siahaan, mantan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga.

Ahok Akui Pernah “Sekolah Golf” Saat Masuk Pertamina

Dalam kesaksiannya, Ahok yang pernah menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina mengaku sempat harus belajar golf setelah bergabung dengan perusahaan pelat merah tersebut. Hal itu disampaikannya saat jaksa menanyakan peran Dewan Komisaris dalam mengawasi etika dan perilaku direksi.

Baca Juga: Istri Pesulap Merah Meninggal Dunia, Marcel Radhival Ungkap Duka Mendalam

“Betul, Dewan Komisaris juga mengawasi perilaku direksi,” jawab Ahok menanggapi pertanyaan jaksa.

Jaksa kemudian menyinggung soal pertemuan direksi dengan pihak berkepentingan yang dilakukan di lapangan golf. Menanggapi hal tersebut, Ahok mengungkapkan bahwa secara pribadi ia dulunya sangat tidak menyukai olahraga golf.

“Dulu saya paling benci main golf. Bahkan waktu jadi gubernur, saya melarang pegawai pemda main golf karena pekerjaan terlalu banyak,” kata Ahok.

Namun, pandangannya berubah setelah masuk ke lingkungan industri migas.

“Begitu saya masuk Pertamina, saya baru sadar hampir semua orang minyak, baik dari Amerika, Chevron, Exxon, itu ngajaknya main golf terus,” ujarnya.

Merasa canggung karena tidak bisa bermain, Ahok mengaku akhirnya mengikuti pelatihan golf agar bisa mendampingi rekan-rekannya.

Baca Juga: Longsor Cisarua Bandung Barat: 23 Marinir TNI AL Tertimbun, Empat Ditemukan Meninggal

Golf Dinilai Lebih Efisien untuk Negosiasi

Ahok kemudian menyampaikan pandangannya bahwa aktivitas golf kerap menjadi sarana komunikasi dan negosiasi bisnis. Menurutnya, bernegosiasi di lapangan golf jauh lebih hemat dibandingkan pertemuan di tempat hiburan malam.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X