Gelap Gulita dan Teriakan Minta Tolong di Tengah Malam
Usai banjir menerjang, aliran listrik terputus total. Malam itu, kawasan tersebut berubah menjadi gelap gulita. Dalam kondisi penuh keterbatasan, para korban hanya bisa berteriak meminta pertolongan.
“Sampai malam kami terus teriak minta tolong, berharap tim SAR mendengar. Suaranya sahut-sahutan dengan korban lain,” tulisnya lagi.
Salah satu momen paling menyayat hati adalah ketika anaknya tertidur sepanjang malam meski tubuhnya kehujanan dan kedinginan di atas atap rumah.
Baca Juga: Daftar Lengkap Rincian UMP 2026 Tiap Daerah di 36 Provinsi, Jakarta Masih Tertinggi Nasional
Data Terbaru Korban Banjir dan Longsor di Sumatera
Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 26 Desember 2025, total korban meninggal dunia akibat banjir dan tanah longsor di tiga provinsi di Sumatera mencapai 1.135 orang.
Bencana tersebut melanda 52 kabupaten/kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga kini, 173 orang masih dilaporkan hilang.
Selain itu, sekitar 489 ribu jiwa terpaksa mengungsi karena rumah mereka rusak berat. BNPB juga mencatat sebanyak 157.838 unit rumah mengalami kerusakan akibat bencana ini.
Khusus di Kabupaten Aceh Tamiang, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 88 orang, menjadikannya salah satu wilayah dengan dampak paling tragis dalam rangkaian bencana banjir di Sumatera.***
Artikel Terkait
IDI Soroti Layanan Kesehatan Korban Banjir Sumatera, Air Bersih dan Tenaga Medis Jadi Prioritas
Resmi Berlaku 2026, Ini Daftar Lengkap UMP dan UMK Jawa Tengah Terbaru
Daftar Lengkap Rincian UMP 2026 Tiap Daerah di 36 Provinsi, Jakarta Masih Tertinggi Nasional
Hujan Lebat Picu Banjir Bandang di Agam Sumbar, Air Berlumpur dan Batu Terjang Permukiman
Kisah Mengharukan di Gayo Lues: Warga Korban Banjir Justru Beri Hasil Panen ke TNI Saat Bantuan Dikirim
Menunggu Bantuan Air Bersih, Warga di Tamiang Hulu Bertahan dengan Air Sisa Banjir untuk Penuhi Kebutuhan Sehari-hari