IDI Soroti Layanan Kesehatan Korban Banjir Sumatera, Air Bersih dan Tenaga Medis Jadi Prioritas

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Kamis, 25 Desember 2025 | 20:16 WIB
Ketua Umum PB IDI periode 2018-2021, dokter Daeng Mohammad Faqih buka suara soal penanganan kesehatan banjir Sumatera. (YouTube/ForumKeadilanTV)
Ketua Umum PB IDI periode 2018-2021, dokter Daeng Mohammad Faqih buka suara soal penanganan kesehatan banjir Sumatera. (YouTube/ForumKeadilanTV)

TITIKTEMU.CO - Pelayanan kesehatan menjadi aspek krusial dalam penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera. Kondisi darurat yang terjadi saat ini memerlukan respons cepat, terutama bagi warga yang terisolasi akibat akses jalan terputus.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) periode 2018–2021, dr. Daeng Mohammad Faqih, yang menegaskan bahwa fokus utama dalam situasi bencana adalah menyelamatkan korban dan memenuhi kebutuhan medis dasar.

“Yang paling penting adalah memastikan korban mendapatkan pertolongan kesehatan yang memang mereka butuhkan, baik dari sisi tenaga medis maupun ketersediaan obat,” ujar dr. Daeng dalam podcast yang tayang di kanal YouTube Forum Keadilan TV, Kamis, 25 Desember 2025.

Baca Juga: UMK Jawa Barat 2026 Resmi Ditetapkan, Kota Bekasi Tertinggi Hampir Rp6 Juta

Wilayah Terisolasi Harus Dipastikan Dapat Layanan Medis

Menurut dr. Daeng, banjir dan longsor yang melanda sejumlah daerah di Sumatera menyebabkan banyak wilayah terputus aksesnya. Kondisi ini membuat warga kesulitan memperoleh layanan kesehatan secara cepat.

Ia menekankan bahwa pemerintah harus memastikan wilayah-wilayah tersebut tetap mendapatkan bantuan medis yang memadai agar tidak terjadi penumpukan masalah kesehatan di pengungsian.

Air Bersih, Makanan, dan Obat-obatan Sangat Menentukan

Dalam kondisi darurat bencana, dr. Daeng menyoroti pentingnya ketersediaan air bersih, makanan, dan obat-obatan. Kekurangan kebutuhan dasar tersebut berpotensi memicu munculnya penyakit lain yang memperparah kondisi korban.

Baca Juga: Warga Gayo Beri Durian ke TNI Usai Terima Bantuan, Aksi Haru Ini Viral di TikTok

“Kalau air dan makanan tidak tercukupi, bisa muncul komplikasi penyakit baru. Ini justru akan memperberat penanganan di pengungsian,” jelasnya.

Ia menambahkan, apabila pertolongan tidak segera diberikan, maka risiko penyakit lanjutan akan meningkat dan membuat proses pemulihan korban menjadi lebih lama.

Posko Kesehatan Harus Aktif dan Siap Melayani

Terkait kebijakan Kementerian Kesehatan, dr. Daeng menilai penanganan kesehatan semestinya dapat dilakukan lebih cepat melalui pengaktifan posko-posko kesehatan di lokasi pengungsian.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X