TITIKTEMU.CO - Amerika Serikat memberi angin segar bagi komoditas unggulan Indonesia. Namun, tidak semua sektor mendapat perlakuan serupa.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa kelapa sawit Indonesia resmi masuk dalam skema tarif nol persen saat masuk pasar Amerika Serikat.
Di sisi lain, produk tekstil harus rela tertinggal karena tetap dikenai tarif resiprokal.
Keputusan ini menjadi bagian penting dari arah baru hubungan dagang Indonesia–Amerika Serikat.
Baca Juga: Terjebak Kerja Ilegal, 9 WNI Disiksa di Markas Scam Kamboja
Sawit Dianggap Strategis, Tekstil Tidak Masuk Kriteria
Airlangga menjelaskan, kebijakan tarif nol persen tersebut hanya berlaku bagi komoditas yang berasal dari sumber daya alam tropis.
Kelapa sawit memenuhi kriteria itu karena berbasis alam dan menjadi komoditas strategis Indonesia.
Sementara tekstil dinilai sebagai produk manufaktur, sehingga tidak masuk dalam kategori yang mendapatkan fasilitas bebas tarif.
Akibatnya, ekspor tekstil Indonesia ke AS tetap dikenai tarif sebesar 19 persen.
Menurut Airlangga, kebijakan ini mengikuti pendekatan Amerika Serikat yang lebih memprioritaskan komoditas berbasis alam dibanding hasil industri pengolahan.
Baca Juga: Buntut OTT KPK, Jaksa Agung Mutasi 43 Kajari, Kajari HSU dan Bekasi Dicopot!
Bagian dari Kesepakatan Tarif Resiprokal
Kebijakan ini lahir dari Agreement on Reciprocal Tariff (ART), yang merupakan kelanjutan dari perintah eksekutif Presiden AS Donald Trump terkait penyesuaian tarif dagang.
Artikel Terkait
Rp 5,7 Juta untuk Hidup di Ibu Kota: Ketika Angka UMP Bertemu Realita Buruh Jakarta
Hiburan Lokal Meledak di Google: Saat Konten Viral Jadi Pelarian Kolektif Masyarakat Indonesia
Drama Thriller Korea Pilihan Akhir Tahun: Penuh Misteri dan Ketegangan Psikologis
James Cameron Pertimbangkan Akhiri Avatar Jika Fire and Ash Tak Tembus Target
Gol Dorgu Antar Manchester United Raih Clean Sheet Perdana Sejak Oktober Usai Tekuk Newcastle
Dangdut Academy 7 Berakhir, Tasya Kalahkan Vallen dan Raih Gelar Juara
Buntut OTT KPK, Jaksa Agung Mutasi 43 Kajari, Kajari HSU dan Bekasi Dicopot!
Terjebak Kerja Ilegal, 9 WNI Disiksa di Markas Scam Kamboja
Avatar: Fire and Ash Tembus 3 Juta Penonton di Bioskop Indonesia
Daftar Drakor Terpopuler Tahun 2025, dari Bon Appetit, Your Majesty hingga When Life Gives You Tangerines