Kondisi pengungsian masih memerlukan perhatian, terutama terkait sanitasi, air bersih, dan penerangan malam hari.
Penjelasan dari PLN
Menanggapi kondisi tersebut, Humas PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara, Diki Nasution, menjelaskan pihaknya telah melakukan perbaikan jaringan tegangan rendah di sejumlah wilayah Tapanuli Tengah.
Namun, khusus di Kecamatan Tukka, terdapat dua desa yang masih terdampak banjir dan longsor susulan. Kondisi ini membuat perbaikan instalasi listrik belum bisa dilakukan secara aman.
“Karena ada longsor susulan, perbaikan instalasi listrik masih terkendala, sehingga rumah-rumah warga masih padam,” kata Diki.
Warga Sipange berharap akses jalan segera dibuka sepenuhnya agar proses pemulihan listrik dan distribusi bantuan bisa berjalan lancar. Tanpa listrik dan air bersih, kehidupan sehari-hari menjadi jauh lebih berat.***
Artikel Terkait
Viral Curhatan Warga Desa Juar Aceh Tamiang: Korban Banjir Bandang Mengaku Belum Tersentuh Bantuan
Viral Momen Lampu Menyala di Pengungsian Bener Meriah, Warga Haru Usai 3 Pekan Hidup dalam Gelap
Akses Terputus Akibat Banjir dan Longsor, Warga Bonan Dolok Tapteng Tempuh Jalan Jauh Demi Bantuan
Peran TNI dalam Penanganan Banjir Sumatera Disorot JPP, Alutsista Dinilai Krusial tapi Tetap Bersifat Pendukung