Baca Juga: Viral di Medsos, Ibu dan Anak Akhirnya Bertemu Usai Terpisah Pascabanjir Sumatera
Krisis Air Bersih di Tengah Musim Hujan
Tidak hanya listrik, masalah besar lain yang dihadapi warga adalah ketersediaan air bersih. Pasca longsor, sumber air yang biasa digunakan warga terganggu.
Untuk memenuhi kebutuhan minum, memasak, dan mandi, warga kini mengandalkan air pegunungan yang ditampung secara sederhana.
“Kalau musim hujan begini, air pegunungan mengalir ke jalan. Kami tampung pakai bambu,” ujar Romario.
Meski hujan masih sering turun, air yang tersedia tidak selalu layak konsumsi. Warga harus ekstra berhati-hati agar terhindar dari penyakit, terutama anak-anak dan lansia.
Longsor Merusak Rumah dan Akses Jalan
Bencana longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Sipange selama hampir sepekan. Puncaknya pada Selasa, 25 November 2025, material longsor merusak puluhan rumah dan menutup akses menuju Tukka.
Menurut Romario, terdapat tiga jalur akses yang tertutup longsor. Hingga kini, baru satu jalur yang berhasil dibuka, itu pun masih terbatas dan rawan dilalui.
“Awalnya ada tiga jalur tertutup. Baru dua sampai tiga hari lalu satu jalur bisa dibuka,” katanya.
Kerusakan akibat bencana juga cukup parah. Banyak perabotan rumah tangga seperti televisi dan kulkas rusak terendam banjir. Beberapa kendaraan rusak, bahkan ada rumah yang hancur total.
“TV rusak, kulkas rusak, perabotan rumah rusak. Ada juga rumah warga yang hancur,” ujar Romario.
Baca Juga: Sekolah Hancur Diterjang Banjir, Semangat Belajar Siswa SD di Aceh Tengah Tuai Haru
Puluhan Keluarga Mengungsi
Saat ini, sekitar 85 kepala keluarga terpaksa mengungsi di gedung sekolah terdekat. Aktivitas belajar mengajar pun diliburkan sementara demi menampung para pengungsi, terutama ibu dan anak-anak.
Artikel Terkait
Viral Curhatan Warga Desa Juar Aceh Tamiang: Korban Banjir Bandang Mengaku Belum Tersentuh Bantuan
Viral Momen Lampu Menyala di Pengungsian Bener Meriah, Warga Haru Usai 3 Pekan Hidup dalam Gelap
Akses Terputus Akibat Banjir dan Longsor, Warga Bonan Dolok Tapteng Tempuh Jalan Jauh Demi Bantuan
Peran TNI dalam Penanganan Banjir Sumatera Disorot JPP, Alutsista Dinilai Krusial tapi Tetap Bersifat Pendukung