• Gudfan Arif—tidak lagi menjabat Bendahara Umum PBNU, kini menjadi Ketua PBNU
• Sumantri—dari Bendahara PBNU menjadi Wakil Ketua Umum PBNU
Beberapa posisi bendahara juga turut disusun ulang sebagai bagian dari penataan organisasi.
PBNU menilai langkah ini sebagai penyegaran fungsional agar struktur harian berjalan lebih efektif.
Pencopotan Gus Ipul dan rotasi besar dalam struktur PBNU menandai babak baru dinamika internal organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Proses reposisi yang disandarkan pada aturan kelembagaan dianggap perlu demi mengatasi stagnasi administrasi dan memastikan roda organisasi berjalan optimal.
Namun di tengah gesekan internal yang masih hangat, publik kini menunggu bagaimana Gus Ipul menanggapi ke ygputusan ini dan bagaimana PBNU menata kembali stabilitas organisasinya.***
Artikel Terkait
Darurat Sumatera! Ini Rincian Bantuan Pangan dan Armada Pesawat yang Dikerahkan Pemerintah
Menanti Babak Baru Rehabilitasi: KPK Teliti Ulang Pembebasan Eks Dirut ASDP Ira Puspadewi
Misi Chiang Mai Dimulai: Garuda Muda Terbang ke SEA Games 2025 dengan Modal Kepercayaan Diri Tinggi
Operasi Darurat Sumatera: Presiden Kerahkan Hercules hingga Modifikasi Cuaca untuk Redam Bencana
DPR Soroti Pertumbuhan PDB 2025 Stagnan: Mayoritas Sektor Jauh dari Target RPJMN
Wacana SIM Seumur Hidup: Usulan Berani DPR untuk Ringankan Beban Administrasi Pengendara
Purbaya Yudhi Sadewa Minta 1 Tahun Benahi Bea Cukai, Ancaman Pembekuan DJBC Jika Reformasi Gagal
Audit Internal PBNU 2022 Viral: Sorotan Dugaan Penyimpangan Keuangan hingga Indikasi TPPU Rp100 Miliar
Dirut KCI Diganti di Tengah Ramai Kasus Tumbler Hilang, KAI Commuter Tegaskan Tak Terkait
KCI Resmi Ganti Direktur Utama, Mochamad Purnomosidi Dilantik Gantikan Asdo Artiviyanto