TITIKTEMU.CO - Guru Besar Hukum Tata Negara sekaligus tokoh publik, Mahfud MD, kembali menyoroti perjalanan demokrasi Indonesia dan mengingatkan gejala kemunduran yang makin terasa.
Dalam pemaparannya di kanal YouTube pada Minggu, 23 November 2025, Mahfud menilai bahwa demokrasi Indonesia bergerak menjauh dari substansi yang seharusnya menjadi ruh utama sistem tersebut.
Mahfud, yang kini duduk sebagai anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri, mengungkapkan bahwa praktik demokrasi kini makin terseret dalam formalitas prosedural yang lebih menguntungkan penguasa daripada rakyat.
Menyusuri Jejak Demokrasi: Dari Orde Lama, Orde Baru, hingga Reformasi
Mahfud memulai pemaparannya dengan meninjau perjalanan demokrasi sejak era Orde Lama, Orde Baru, hingga masa Reformasi.
Ia menjelaskan bahwa demokrasi Indonesia tidak pernah berkembang secara mulus dan linear—setiap era membawa tantangan baru sekaligus ancaman tersendiri.
Menurutnya, salah satu persoalan kronis yang hadir dari masa ke masa adalah kecenderungan kekuasaan menguasai lembaga negara melalui mekanisme hukum yang tampak demokratis tetapi sarat kepentingan politik.
Fenomena ini ia sebut sebagai Autocratic Legalism atau legalisme autokratik, dan Mahfud menyebut tanda-tandanya mulai tampak di Indonesia saat ini.
Baca Juga: KUHAP Baru dan Keadaan Mendesak yang Membingungkan: Bedah Pasal, Kritik Publik, hingga Seruan ke MK
Sorotan Tajam: DPR Orde Baru Sekadar Stempel Kekuasaan
Mahfud juga menyinggung peran DPR pada era Orde Baru yang ia nilai tidak menjalankan fungsi pengawasan.
Menurutnya, parlemen kala itu hanya berperan sebagai “stempel karet” untuk mengesahkan kehendak pemerintah.
“DPR di zaman Orde Baru itu lebih seperti rubber stamp,” ujarnya.
Artikel Terkait
KUHAP Baru dan Keadaan Mendesak yang Membingungkan: Bedah Pasal, Kritik Publik, hingga Seruan ke MK
Katalog Promo Superindo 24–27 November 2025, Belanja Hemat Beras dan Minyak Turun Harga!
Pakar Hukum Soroti Kejanggalan Kematian Dirut Bank BJB dan Minta Investigasi Menyeluruh
Saat Gibran Bicara di G20, Menu MBG Diprotes dan Ahli Gizi Mulai Langka: Dua Wajah Program Strategis RI
Erupsi Gunung Semeru: Ratusan Warga Mengungsi, Lahan Pertanian Rusak, Status Masih Awas
Rekening 5 Tahun Menganggur? OJK Atur Ulang Status Dormant Lewat POJK Baru 24/2025
Program Makan Bergizi Gratis 2026 Butuh 82,9 Juta Porsi Protein per Hari, Kata Menteri Zulhas
Panduan Lengkap Daftar Petugas Haji 2026: Syarat, Tahapan, dan Tips Lolos Seleksi
Makin Berlarut-larut, Mengapa Jokowi Tidak Mau Menunjukkan Ijazahnya?
Katalog Promo Alfamart 24–27 November 2025, Diskon Besar Kebutuhan Dapur!