Menurut Sri Radjasa, kehadiran mereka diperlukan agar Komisi Reformasi Polri mendengar masukan dari kedua belah pihak.
Hal ini dianggap penting lantaran salah satu anggota komisi, Otto Hasibuan, merupakan kuasa hukum Jokowi.
Ironisnya, meski Jimly menyatakan bahwa status keaslian ijazah Jokowi saja belum bisa dipastikan secara hukum, ia tetap meminta para tersangka untuk keluar demi menghormati proses hukum.
Sikap itu dinilai kontradiktif oleh Sri Radjasa.
Pertemuan yang Awalnya Direncanakan Tertutup
Sebelum forum audiensi terbuka berlangsung, Refly Harun sejatinya ingin melakukan pertemuan personal dengan beberapa tokoh seperti Jimly, Mahfud MD, dan Yusril Ihza Mahendra.
Namun sebelum rencana itu terlaksana, Refly justru menerima undangan dari Ahmad Dofiri sehingga pertemuan dialihkan menjadi forum besar di PTIK.
Sri Radjasa menganggap lokasi ini tidak netral karena terindikasi adanya tekanan dari petinggi Polri.***
Ia menyebut bahwa beberapa jenderal senior, seperti Tito Karnavian, Listyo Sigit, Badrodin Haiti, Idham Azis, dan Ahmad Dofiri, duduk di dalam struktur Komisi Reformasi Polri, sehingga diduga mempengaruhi sikap forum terhadap para tersangka.
Artikel Terkait
Gunung Semeru Erupsi, 178 Pendaki Tertahan di Ranu Kumbolo, Dievakuasi Kamis Pagi
Sidang Perdana Kasus Suap Proyek Jalan Rp165 M di Sumut: Eks Kadis PUPR Topan Ginting Didakwa Terima Rp50 Juta
Polda Metro Jaya Pastikan Ijazah Jokowi Disita sebagai Barang Bukti, Akses Publik Dibuka Setelah Penyidikan Rampung
Walk Out di Forum Reformasi Polri: Refly Harun dan RRT Protes Larangan Bicara untuk Tersangka
Status Gunung Semeru Level Awas, Warga di Zona Merah Diminta Segera Mengungsi
Kasus Korupsi Google Cloud Kemendikbud Naik Penyidikan, KPK Siapkan Pelimpahan ke Kejagung
DPR Sahkan KUHAP Baru 2025: Ini Perubahan Penting dan Respons Berbagai Pihak
Wakapolri Akui Respons Lambat Laporan Masyarakat, Polri Siapkan Perbaikan Layanan Publik dan Pengawasan Internal
Timur Kapadze Dikabarkan Datang ke Indonesia untuk Liburan, Belum Pasti Bertemu PSSI
Tabungan Emas Holding Umi BRI Melejit 66,9 Persen. Masyarakat Makin Semangat Berinvestasi Tembus Hingga 13,7 Ton