TITIKTEMU.CO - Presiden Prabowo Subianto kembali menekankan komitmen pemerintahannya dalam memberantas korupsi, menutup celah kebocoran aset negara, dan memastikan kekayaan Indonesia benar-benar dinikmati oleh seluruh rakyat.
Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri peluncuran perangkat interactive flat panel (smartboard) di SMPN 4 Kota Bekasi pada Senin, 17 November 2025.
Pengelolaan Kekayaan Alam Dinilai Belum Optimal
Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti persoalan pengelolaan kekayaan alam nasional yang menurutnya belum dimanfaatkan secara maksimal oleh para pemimpin sebelumnya. Akibatnya, selama ratusan tahun, sumber daya Indonesia justru lebih banyak dinikmati oleh bangsa lain.
Baca Juga: Arsul Sani Bantah Tuduhan Ijazah Palsu: Tunjukkan Dokumen Asli dan Ungkap Riwayat Studi Sejak 2011
“Kita harus jujur mengakui bahwa karena kurang pandainya kita, khususnya para pemimpin dalam menjaga dan mengelola kekayaan tersebut, ratusan tahun kekayaan kita diambil bangsa lain,” ujar Prabowo.
Kekayaan Indonesia Tidak Boleh Dimonopoli
Prabowo menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan membiarkan situasi di mana kekayaan negara hanya dikuasai kelompok tertentu. Ia bahkan menyinggung pihak-pihak yang disebut tidak mencintai Indonesia dan membawa lari aset negara ke luar negeri.
“Indonesia tidak boleh terus mempertahankan kondisi di mana kekayaannya hanya dinikmati segelintir orang. Apalagi jika mereka tidak cinta Tanah Air dan tega membawa kekayaan Indonesia keluar negeri. Ini harus dihentikan,” tegasnya.
Butuh Tenaga Ahli untuk Kelola Sumber Daya Bangsa
Untuk memperbaiki kondisi tersebut, Prabowo menekankan pentingnya ketersediaan tenaga profesional di berbagai sektor.
“Kita butuh lebih banyak dokter, dokter gigi, insinyur, dan ilmuwan agar kita bisa mengelola kekayaan bangsa dengan lebih baik,” kata Prabowo.
Soroti Ketimpangan dan Kondisi Hidup Masyarakat
Artikel Terkait
Update Harga BBM Non-Subsidi Pertamina 17 November 2025: Pertamina Dex dan Dexlite Naik di Seluruh Kalimantan
Wacana Redenominasi Rupiah Kembali Mengemuka: Pengamat Soroti Dampak Psikologis, BI Tegaskan Nilai Tetap
Saut Situmorang Soroti Hilangnya Nilai di KPK: Ungkit Inkonsistensi hingga Turunnya Penegakan Korupsi
Diskon 50% Tambah Daya Listrik PLN Tersedia 10–23 November 2025 Lewat PLN Mobile. Cek Syarat dan Cara Klaimnya di Sini
Kasus Siswa SMPN 19 Tangsel Meninggal Diduga Dirundung, Polisi Mulai Lakukan Penyelidikan
Roy Suryo Kritik KPU Surakarta Usai Akui Arsip Ijazah Jokowi Dimusnahkan, KIP Tegaskan Langgar Aturan Kearsipan
Arsul Sani Bantah Tuduhan Ijazah Palsu: Tunjukkan Dokumen Asli dan Ungkap Riwayat Studi Sejak 2011