“Mulai tanggal 10 sudah dikerjakan,” ujarnya.
Ia juga menuturkan bahwa saat pertama kali masuk, rumah tersebut sudah kosong.
“Saya datang, isinya sudah tidak ada. Tinggal beton saja,” jelasnya.
Upaya menghubungi Ahmad Sahroni untuk menanyakan alasan pembongkaran belum mendapat tanggapan.
Baca Juga: Kisruh Takhta PB XIII: Hangabehi Mendadak Dinobatkan, Tedjowulan Kaget, Purboyo Kecewa?
Kisah Mencekam: Bersembunyi di Plafon Saat Penjarahan
Sebelumnya, Sahroni sempat tidak muncul di publik setelah rumahnya dijarah pada akhir Agustus lalu.
Ia baru terlihat kembali ketika menghadiri doa bersama di depan rumahnya pada Minggu (2/11/2025).
Dalam acara itu, ia mengenakan kemeja putih dan berbicara langsung kepada warga mengenai pengalaman mengerikan yang dialaminya.
Ia mengungkapkan bahwa saat massa mulai memasuki rumahnya, ia bersembunyi di atas plafon untuk menyelamatkan diri.
Namun, plafon tersebut runtuh karena tidak mampu menahan berat tubuhnya, hingga ia terjatuh dan bersembunyi di kamar mandi.
Hampir Saja Ditemukan Massa
Sahroni mengatakan ada tiga orang yang sempat masuk ke kamar mandi tempat ia bersembunyi.
Namun wajahnya yang tertutup debu membuat mereka tidak mengenalinya.
“Saya duduk, sudah pasrah. Kalau hari itu meninggal, saya ikhlas,” tuturnya.
Artikel Terkait
20 Kota Paling Bahagia di Dunia 2025: Plot Twist-nya, Jakarta Ikut Masuk!
Kisruh Takhta PB XIII: Hangabehi Mendadak Dinobatkan, Tedjowulan Kaget, Purboyo Kecewa?
Pemerintah Siapkan 500 Ribu Lulusan SMK ke Luar Negeri: Dana Raksasa, Peluang Besar, dan Target 2026
UMBY Perkuat Kemampuan Digital Balai Taman Nasional Gunung Palung Lewat Pelatihan Produksi Konten
Sejarah Keraton Surakarta: Jejak Kelam Penangkapan Paku Buwono VI, Melawan Belanda, Membela Diponegoro
Jelang Jumenengan Pakubuwono XIV, Ini Deretan Kontroversi Gusti Purbaya
Istana dan Polri Siap Jalankan Putusan MK yang Larang Polisi Aktif Isi Jabatan Sipil
Rizky Ridho Masuk Nominasi FIFA Puskas Award 2025 Berkat Gol Spektakuler dari Jarak Jauh
Longsor Cilacap Timbun 16 Rumah, 21 Warga Dilaporkan Hilang dan 2 Meninggal Dunia
Komisi Reformasi Polri Ungkap Masalah Kompleks: Jimly Sebut Diperlukan Pembenahan Fundamental