Pro Kontra Hal Wajar
Menanggapi berbagai kritik tersebut, Mensesneg Prasetyo Hadi menyebut perbedaan pandangan adalah hal wajar dalam demokrasi. Dia mengajak masyarakat untuk melihat keputusan ini dari sisi positif.
“Mengenai gelar pahlawan, tentu semuanya melalui prosedur panjang. Bahwa ada yang setuju dan ada yang tidak, itu bagian dari aspirasi dalam kehidupan berdemokrasi,” kata Prasetyo.
Pras menegaskan pemerintah tetap menghormati setiap pendapat, tapi juga berkomitmen menjaga semangat nasionalisme dengan memberikan penghormatan kepada tokoh yang dianggap berkontribusi bagi bangsa.***
Artikel Terkait
Hari Guru Nasional: Sartono dan Cerita di Balik Hymne Guru Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Ratu Kalinyamat Diusulkan Sebagai Pahlawan Nasional dari Jepara
Taman MT Haryono Semarang untuk Mengenang Jasa Sang Pahlawan Revolusi
Soeharto Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Mahfud MD: Layak Secara Hukum, Sensitif Secara Sosial
Mahfud MD: Secara Hukum, Soeharto Layak Ditetapkan Sebagai Pahlawan Nasional
Ini Alasan Mengapa Soeharto Tidak Layak Jadi Pahlawan Nasional Menurut YLBHI