TITIKTEMU.CO - Kementerian Haji dan Umrah secara resmi mengumumkan alokasi kuota haji reguler 2026 untuk seluruh provinsi di Indonesia.
Tahun depan, Indonesia memperoleh total 221.000 kuota haji, angka yang tetap menjadikannya sebagai negara dengan jumlah jamaah haji terbanyak di dunia.
Dari angka tersebut, 203.320 kursi diperuntukkan bagi haji reguler, sementara 17.680 kuota dialokasikan untuk haji khusus.
Namun yang menarik perhatian publik bukan hanya total kuota, melainkan distribusi antar provinsi yang terlihat timpang.
Baca Juga: Sukabumi: Kota yang Tidak Tergesa, Slow Living dengan Bernapas Lega
Provinsi dengan Kuota Haji Terbanyak
Jawa Timur menjadi provinsi dengan kuota terbesar.
Tidak mengherankan, karena wilayah ini tercatat sebagai salah satu daerah dengan jumlah pendaftar haji tertinggi di Indonesia.
Lima besar provinsi dengan kuota haji terbanyak 2026:
- Jawa Timur – 42.409 jemaah
- Jawa Tengah – 34.122 jemaah
- Jawa Barat – 29.643 jemaah
- Sulawesi Selatan – 9.670 jemaah
- Banten – 9.124 jemaah
Dominasi provinsi di Pulau Jawa menunjukkan tingginya animo masyarakat untuk menunaikan ibadah haji, sekaligus mencerminkan tingginya daftar tunggu yang sudah mengular hingga puluhan tahun.
Baca Juga: Delegasi Wewenang yang Dipertanyakan: Kesaksian Karen Agustiawan dalam Kasus Terminal BBM Merak
Provinsi dengan Kuota Paling Sedikit
Sementara itu, di ujung daftar terdapat provinsi-provinsi dengan jumlah penduduk relatif kecil atau pendaftar haji yang tidak sebanyak daerah lain.
Lima provinsi dengan kuota haji paling sedikit:
Artikel Terkait
Visa Umrah 2025: Panduan Lengkap Pengurusan, Jenis Visa, Biaya, hingga Risiko yang Wajib Dipahami
Fenomena Paylater Society: Solusi Keuangan atau Jalan Cepat ke Jeratan Utang?
Investasi vs Nabung: Mana yang Lebih Aman di Tengah Ekonomi Tidak Stabil?
WWF-Indonesia dan KLH Dorong Kolaborasi Multipihak Atasi Krisis Plastik, Iklim, dan Keanekaragaman Hayati
Fenomena “Purbaya Everywhere”: Gaya Koboi Menkeu dan Pro-Kontra di Balik Optimisme Ekonomi 8 Persen
Panggung Politik Gaya: Di Balik Fenomena Purbaya Everywhere dan Arah Kebijakan Ekonomi
Melawan Krisis Tiga Lapis, WWF-Indonesia dan KLH/BPLH Wujudkan Ekonomi Sirkular untuk Bumi
Burden Sharing Dihentikan: Langkah Tegas Menkeu Purbaya Memagari Independensi BI dan Stabilitas Fiskal
Digital Nomad Lifestyle: Mitos Kebebasan Finansial atau Realita Kerja Keras?
Financial Anxiety: Ketika Uang Jadi Sumber Stres Utama Generasi Muda