“Sekarang Purbaya ramai disebut dengan gaya koboi, tapi saya tidak peduli soal gayanya,” ujarnya.
“Yang penting, kebijakannya apa? Pemindahan dana ke Himbara itu administratif, bukan strategi fiskal yang nyata,” tegasnya.
Antara Citra dan Substansi
Fenomena Purbaya menjadi cerminan dilema klasik pejabat publik: antara membangun citra dan menjaga substansi kebijakan.
Meski gaya komunikasinya menuai pujian dan kritik sekaligus, publik tetap menunggu bukti konkret dari kebijakan fiskal yang dijalankan di bawah kepemimpinannya apakah benar-benar mampu membawa ekonomi Indonesia menuju pertumbuhan 8 persen, atau sekadar narasi optimisme belaka.***
Artikel Terkait
Proyek Lift Kaca di Tebing Pantai Kelingking Bali Tuai Polemik: Dinilai Rusak Alam, Pemda Klaim Sudah Berizin
Cak Imin Soroti Gurita Minimarket Raksasa: Alfamart dan Indomaret Dinilai Ancam UMKM di Daerah
Bahlil Ungkap Keberhasilan Biodiesel Kurangi Impor Solar, Kini Siap Dorong Etanol untuk Tekan Impor Bensin
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Tuai Sorotan: Gaya Ceplas-Ceplos Dinilai Bikin Pemerintah Makin Dipercaya Rakyat
Menkeu Purbaya Tegas Tolak Lanjutkan Skema Burden Sharing: Jaga Independensi BI dan Disiplin Fiskal Negara
WWF-Indonesia dan KLH Dorong Kolaborasi Multipihak Atasi Krisis Plastik, Iklim, dan Keanekaragaman Hayati