“Waktu saya menjabat, kami menunggu hasil kajian dan rekomendasi dari Kementerian Sosial serta lembaga lain sebelum diajukan ke Dewan Gelar,” tambahnya.
40 Tokoh Diusulkan, Termasuk Soeharto dan Gus Dur
Sebelumnya, Kementerian Sosial telah mengajukan 40 nama tokoh untuk menerima gelar Pahlawan Nasional tahun ini.
Daftar tersebut diserahkan oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf kepada Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, Fadli Zon.
Beberapa nama besar yang menarik perhatian publik antara lain Soeharto, Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta aktivis buruh asal Nganjuk, Marsinah.
Baca Juga: Mahfud MD Siap Diperiksa KPK soal Whoosh, Sebut Isu Mark Up Sudah Diketahui Publik
Selain itu, turut diusulkan tokoh agama dan daerah seperti Syaikhona Muhammad Kholil dari Madura, KH Bisri Syansuri, KH Muhammad Yusuf Hasyim, serta dua jenderal purnawirawan, M. Jusuf dari Sulawesi Selatan dan Ali Sadikin dari Jakarta.
Usulan tersebut berasal dari masyarakat dan disaring melalui Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) sebelum dikaji lebih lanjut oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) di Kementerian Sosial.
Tahapan penilaian dilakukan secara ketat melalui kajian akademik, seminar, serta evaluasi publik sebelum diserahkan ke Dewan Gelar untuk mendapatkan keputusan akhir.
Mahfud MD menegaskan, meski secara hukum Soeharto layak mendapatkan gelar Pahlawan Nasional, penentuan akhir tetap harus memperhatikan aspek sosial dan politik yang berkembang di masyarakat.
“Kalau secara aturan memang layak, tapi penerimaannya di masyarakat juga penting. Itu yang perlu dipertimbangkan,” pungkas Mahfud.***
Artikel Terkait
Jokowi Tegaskan Proyek Whoosh Bukan Soal Laba, tapi Solusi Kemacetan dan Investasi Sosial
Rapat dengan DPR RI, Kemenhaj Bongkar Rincian Biaya dan Pelayanan Haji 2026
11 LINK Twibbon Hari Sumpah Pemuda 2025: Rayakan Semangat Persatuan Lewat Desain Keren dan Caption Inspiratif
Mahfud MD Siap Diperiksa KPK soal Whoosh, Sebut Isu Mark Up Sudah Diketahui Publik
Pemerintah Siap Tindak Tegas Pelaku Impor Pakaian Bekas Ilegal, Menkeu Purbaya: “Yang Nolak Saya Tangkap Duluan!”
Disebut “Koboy”, Menkeu Purbaya Tegaskan Semua Pernyataannya Berdasarkan Data dan Survei Publik