Meski perbedaannya tak terlalu mencolok bagi mata telanjang, dampaknya terhadap Bumi cukup nyata, terutama pada pasang surut air laut yang cenderung lebih tinggi.
Fenomena supermoon terjadi beberapa kali dalam setahun. Setelah Harvest Supermoon malam ini, NASA memperkirakan dua supermoon berikutnya terjadi pada 5 November dan 4 Desember 2025.
Di Indonesia, waktu terbaik menikmati keindahan Harvest Supermoon adalah setelah matahari terbenam hingga sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, Bulan baru naik dari ufuk timur dan tampak lebih besar karena efek ilusi optik.
Pilihlah lokasi terbuka yang minim polusi cahaya, seperti pantai, perbukitan, taman kota, atau halaman rumah. Cahaya buatan dapat mengurangi kontras sinar Bulan sehingga keindahannya tak tampak maksimal.
Selain untuk menikmati, momen ini juga sangat cocok bagi pecinta fotografi. Gunakan kamera dengan mode manual dan tripod agar hasil jepretan lebih stabil.***
Artikel Terkait
Apa Itu Gerhana Bulan Penumbra yang Akan Terjadi pada 25 Maret? Cek Jadwal dan Lokasinya
Fenomena La Niña 2025 dan Dampaknya, Wilayah yang Terkena Dampak Hujan Ekstrem di Indonesia
Suhu Dingin Masih Melanda Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara? BMKG Ungkap 3 Penyebab Fenomena yang Terjadi pada Bulan Juli 2025
Gerhana Matahari 2 Agustus Jam Berapa? Durasi Terpanjang 6 Menit 23 Detik dalam 100 Tahun
Fenomena Cahaya Merah di Langit Cirebon: Meteor Jatuh atau Kebakaran Lahan Tebu? Ini Penjelasan BRIN, BMKG, dan Polisi
Fenomena Cahaya Merah di Langit Cirebon Ternyata Meteor, BRIN Ungkap Fakta Ilmiahnya!