Menkeu Purbaya Wacanakan Pemutihan untuk Produsen Rokok Ilegal, Solusi Cerdas atau Langkah Kontroversial?

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Rabu, 8 Oktober 2025 | 12:34 WIB
Menyoroti pandangan influencer, dr. Indrawan Nugroho terkait perkembangan industri tembakau di Indonesia. (Unsplash.com/@Katmed)
Menyoroti pandangan influencer, dr. Indrawan Nugroho terkait perkembangan industri tembakau di Indonesia. (Unsplash.com/@Katmed)

Melalui kanal YouTube pribadinya, ia memaparkan bahwa rata-rata kenaikan cukai rokok mencapai 67,5 persen dalam lima tahun terakhir, sehingga membuat harga produk melonjak tajam.

“Harga produk naik, daya beli stagnan, dan barang tanpa cukai justru makin laku di pasaran,” ujar Indrawan.

Selain itu, Indrawan menilai bahwa perubahan gaya hidup dan meningkatnya kesadaran kesehatan masyarakat turut menekan permintaan produk tembakau legal.

“Dulu merokok dianggap gaya hidup, sekarang justru dipandang negatif,” imbuhnya.

Baca Juga: Aliansi Pemantau Program BGN Desak Presiden Copot 6 Pejabat, Ungkap Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG

Masa Depan Industri Tembakau Kian Suram

Indrawan mengutip data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menunjukkan penurunan signifikan konsumsi tembakau global — dari 1 banding 3 orang dewasa pada tahun 2000 menjadi 1 banding 5 pada tahun 2022.

“Ini sinyal bahwa masa depan industri hasil tembakau tidak lagi secerah dulu,” tuturnya.

Ia menilai, bergantung pada bisnis berbasis tembakau merupakan strategi yang usang, dan perusahaan besar perlu mulai bertransformasi ke sektor yang lebih berkelanjutan.

“Pelaku besar sebaiknya mulai menjajaki sektor teknologi, kesehatan, atau energi terbarukan. Bayangkan jika mereka berinvestasi di bidang kesehatan, itu bisa jadi langkah strategis,” pungkas Indrawan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X