Kebijakan ini hanya memberi pengecualian untuk produk susu kemasan di daerah yang belum memiliki peternakan sapi.
Menjawab Kritik Menu Spaghetti dan Burger
Terkait kritik menu spaghetti dan burger, Nanik menekankan bahwa menu tersebut hanya disajikan sesekali demi variasi dan memenuhi permintaan siswa.
“Anak-anak boleh request menu satu kali seminggu supaya mereka tidak bosan.
Misalnya ada anak di daerah yang belum pernah makan burger, kita coba masakkan untuk mereka. Tapi itu bukan menu harian,” ungkapnya.
Ahli gizi Tan Shot Yen sebelumnya mengkritik menu MBG saat rapat bersama Komisi IX DPR pada 22 September 2025.
Tan menyoroti ketergantungan pada bahan impor seperti gandum dan kesan “kastanisasi” pada isi burger atau spaghetti yang dibagikan.
MBG Sehatkan Anak, Gerakkan UMKM
Kebijakan baru BGN dalam MBG menunjukkan paradigma baru: program makan gratis bukan sekadar memberi gizi, tapi juga memberi napas pada UMKM lokal.
Dengan meminimalisir produk kemasan pabrikan, program ini diharapkan menjadi solusi gizi anak bangsa sekaligus motor penggerak ekonomi rakyat.***
Artikel Terkait
Indonesia Tegaskan Komitmen Finansial untuk Palestina, Dukung Penuh Peran UNRWA
Diplomasi Maraton Prabowo: Dari Jepang hingga Belanda, Indonesia Pulang Membawa Hasil Besar
Drama Panas di Dunia Maya: Hera Lubis vs Ferry Irwandi, Perseteruan Medsos yang Berujung Laporan Polisi
Host Live Streaming: Karier Kekinian yang Jadi Incaran Generasi Muda di Era Digital 2025
Dibalik Kuota Haji: Kontroversi Khalid Basalamah, Dugaan Mens Rea, dan Jejak Bisnis Raksasa
Mengupas Fakta di Balik Keracunan Massal MBG: Temuan Eks Direktur WHO dan Hasil Lab Jabar
Link Live Streaming dan Jadwal Siaran Langsung MotoGP Jepang 2025: Penentuan Gelar Juara Dunia Marc Marquez
Drama Makan Bergizi Gratis: Antara Harapan Generasi Emas dan Ancaman Keracunan
Transformasi Kementerian BUMN: Dari Kementerian Jadi Badan, Apa Dampaknya?
Peringatan Hari Sungai Sedunia, BRI Peduli Ajak Generasi Muda Jaga Ekosistem Sungai dan Peduli Lingkungan