Rincian data BGN menunjukkan:
- Jawa: 2.606 korban
- Sumatra: 1.281 korban
- Kalimantan, Bali, Sulawesi, NTT, Maluku, Papua: 824 korban
Sementara catatan JPPI menempatkan Jawa Barat sebagai wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 2.012 korban, disusul DIY (1.047 orang), Jawa Tengah (722 orang), Bengkulu (539 orang), dan Sulawesi Tengah (446 orang).
Kepala BGN, Dadan Hindayana, juga mengakui adanya keteledoran di sejumlah dapur penyedia makanan MBG meski secara umum fasilitas terlihat layak.
Menurut Dadan, setiap daerah kini harus menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi keracunan massal, termasuk memastikan ketersediaan obat-obatan dan fasilitas darurat di posko kesehatan.
“Koordinasi di daerah cukup baik, tetapi memang masih ada beberapa fasilitas yang perlu ditingkatkan,” ujarnya saat meninjau posko penanganan di Cipongkor, Bandung Barat.
Meski gelombang keracunan terus meluas, pemerintah memastikan program MBG tidak akan dihentikan.
Fokus utama BGN saat ini adalah menemukan penyebab utama keracunan sekaligus melakukan evaluasi total terhadap standar manajemen dapur MBG di seluruh Indonesia.
Baca Juga: RUPTL 2025–2034: Janji Hijau PLN yang Masih Tertunda, Batu Bara Masih Mendominasi
“Kami berkomitmen mengusut penyebabnya dan memperbaiki sistem secara menyeluruh agar kasus serupa tidak kembali terjadi,” tegas Dadan.
Kini, janji evaluasi total dari BGN menjadi sorotan utama, di tengah krisis kepercayaan publik akibat ribuan siswa yang menjadi korban program MBG.***
Artikel Terkait
Heboh Kabar Permintaan Merepotkan saat Kunjungan ke Daerah, Menpar Widiyanti Beri Klarifikasi Begini
Yamaha Kembali Hadirkan Program Miliarder di IMOS 2025, Ibu Rumah Tangga Asal Poso Raih Hadiah Rp1 Miliar
Kasus Keracunan Massal MBG Kian Meluas, Pakar IDAI Usul Hidupkan Kantin Sekolah agar Aman dan Segar
Keracunan Massal MBG Kembali Terjadi, 70 Siswa di Sumedang Jadi Korban hingga Polri dan DPR Turun Tangan
Menkeu Purbaya Tegaskan Jerat Pajak untuk Crazy Rich: Tak Ada Lagi Jalan Kabur bagi Pengemplang