Perbandingan ini menimbulkan pro dan kontra. Pendukung program MBG menilai pemberian makanan bergizi gratis merupakan investasi jangka panjang untuk generasi muda.
Argumentasinya, anak-anak yang mendapat nutrisi yang baik dan akan tumbuh sehat, cerdas, dan lebih produktif di masa depan.
Di sisi lain, para pengkritik menganggap alokasi anggaran terlalu besar. Menurut mereka, dana sebesar itu bisa dialihkan untuk sektor penting lain, seperti pendidikan tinggi, riset, atau peningkatan fasilitas kesehatan.
Tak sedikit pula yang menyebut bahwa kebijakan MBG perlu diimbangi dengan evaluasi agar penggunaan anggaran lebih transparan dan tepat sasaran.
Baca Juga: Isu Food Tray MBG Diduga Mengandung Minyak Babi, BGN Pastikan Lakukan Pengecekan dengan BPOM
Realita vs Harapan
Secara hitungan memang benar bahwa dana MBG berpotensi membiayai kuliah gratis ratusan ribu mahasiswa. Tetapi perlu diingat, program MBG dan pembiayaan pendidikan memiliki sasaran berbeda.
MBG ditujukan untuk memperbaiki gizi anak bangsa sejak dini, sementara subsidi pendidikan lebih fokus pada mahasiswa yang sudah masuk perguruan tinggi.
Pemerintah menghadapi dilema antara memenuhi janji kampanye, dan menyeimbangkan kebutuhan pembangunan. Apakah nantinya pemerintah akan menggeser alokasi anggaran, atau konsisten pada MBG?***
Artikel Terkait
BRI Salurkan Pembiayaan Kepada Koperasi Penyuplai Bahan Pangan MBG di Riau
Pemasok Program MBG di Kabupaten OKI Sukses Tingkatkan Skala Usaha dan Buka Lapangan Kerja Berkat KUR BRI
Jadi Pemasok Program MBG, Supplier Ikan Ini Berhasil Kembangkan Usaha Berkat Pinjaman BRI
Organisasi Pelajar NU Soroti Food Tray MBG, Tekankan Keamanan dan Kehalalan
Isu Food Tray MBG Mengandung Minyak Babi? Istana: Kalau Ragu, Yuk Kita Uji!