UNESCO sendiri telah memberikan enam rekomendasi untuk Maros-Pangkep, mulai dari peningkatan promosi, konservasi geologi, hingga pengembangan pendidikan.
Ajakan Pentahelix
General Manager Geopark Maros-Pangkep, Dedy Irfan, berharap seluruh elemen pentahelix—pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media—dapat bergotong-royong mendukung persiapan ini.
“Kami butuh dukungan semua pihak agar peran bisa dibagi secara merata,” ucap Dedy.
Baca Juga: Kasus Cium Kening Unsri 2025: Fakta Video Viral, Sanksi Mahasiswa, hingga Evaluasi Kampus
Turut hadir dalam kunjungan tersebut Kadisbudpar Sulsel Muhammad Arafah, Kadisparpora Maros Suwardi Sawedi, serta perwakilan Kemenpar dan Poltekpar Makassar.
Menatap Revalidasi 2026
Dengan berbagai persiapan yang telah berjalan, pemerintah optimistis Geopark Maros-Pangkep bisa kembali meraih pengakuan dunia dari UNESCO. Lebih dari sekadar status, keberhasilan ini akan menjadi tonggak penting dalam penguatan pariwisata berkelanjutan Indonesia.***
Artikel Terkait
Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026, Total 25 Hari dengan 9 Long Weekend, Cek Tanggalnya!
IFG Labuan Bajo Marathon 2025 Resmi Ditunda: Keselamatan Peserta Jadi Prioritas
Kasus Cium Kening Unsri 2025: Fakta Video Viral, Sanksi Mahasiswa, hingga Evaluasi Kampus
Konsumsi Rokok dan Stunting di Indonesia: Sorotan Kemenkes hingga Tanggapan Menkeu
Menkum Supratman Kenalkan Protokol Jakarta di BRICS: Upaya Indonesia Perjuangkan Royalti Musik Digital Global
Bongkar Alasan di Balik Menkeu Purbaya Tolak Tax Amnesty hingga Tuai Sorotan Serikat Buruh