TITIKTEMU.CO - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, menegaskan bahwa proses penerimaan prajurit TNI AD kini tidak lagi membutuhkan “orang dalam” untuk bisa lolos seleksi.
Pernyataan ini meneguhkan komitmen TNI AD untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam rekrutmen calon prajuritnya.
Maruli menyampaikan pernyataan ini ketika ditanya tentang rencana peningkatan kualitas rekrutmen TNI AD, terutama setelah muncul beberapa kasus yang melibatkan oknum prajurit.
Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi kunci agar masyarakat percaya pada sistem yang sedang berjalan.
Baca Juga: Bon Appétit, Your Majesty Digempur Kritik Sejarah, Begini Klarifikasi Penulisnya
Sistem Pengaduan Publik: Memutus Celah Kecurangan
Jenderal Maruli juga menambahkan bahwa TNI AD kini sedang mengembangkan sistem pengaduan berbasis teknologi untuk memudahkan masyarakat melaporkan indikasi kecurangan dalam seleksi.
Ia mencontohkan adanya rencana untuk membuka telepon pengaduan dan layanan WhatsApp pengaduan yang bisa digunakan calon prajurit maupun masyarakat umum.
“Kami senang jika ada laporan masuk, karena itu menunjukkan masyarakat peduli dan seleksi kita bisa diperbaiki,” ujarnya.
Dengan sistem ini, TNI AD berharap proses seleksi menjadi lebih bersih, profesional, dan bebas dari praktik percaloan atau rekomendasi tak resmi.
Baca Juga: Fakta Tersembunyi Kasus Haji, KPK Sebut Khalid Basalamah Jadi Korban Pemerasan
Belajar dari Kasus Sebelumnya
Upaya transparansi ini tak lepas dari evaluasi atas berbagai kasus yang menyeret nama oknum prajurit dalam beberapa waktu terakhir.
TNI AD ingin memastikan bahwa mereka yang terpilih benar-benar memiliki kualitas terbaik dan dedikasi tinggi untuk mengabdi pada negara.
Artikel Terkait
Rahasia di Balik Perpres 79/2025: Kenaikan Gaji ASN, TNI, Polri, dan Pejabat Negara yang Mengguncang Publik
Fakta Tersembunyi Kasus Haji, KPK Sebut Khalid Basalamah Jadi Korban Pemerasan
Bon Appétit, Your Majesty Digempur Kritik Sejarah, Begini Klarifikasi Penulisnya
Promo Superindo 22–25 September 2025: Minyak Goreng, Daging, dan Susu Diskon Besar
Tax Amnesty: Program Kontroversial yang Kini Ditolak Menkeu Purbaya, Apa Alasannya?
Promo Alfamart 22-29 September 2025, Diskon Minyak Goreng hingga Perlengkapan Rumah Tangga
5 Beasiswa Impian S1-S3 ke Luar Negeri yang Tak Wajib Pulang ke Indonesia – Peluang Emas untuk Masa Depan!
Viral! LHKPN Minus Rp 2 Juta Wahyudin Moridu Setelah Ucap ‘Rampok Uang Negara’, Begini Tanggapan KPK
Cek Rinciannya! Tarif Listrik PLN Prabayar dan Pascabayar Terbaru September 2025
Banyak Diminati Pasar, Pelaku UMKM asal Lampung Berhasil Kembangkan Produk Olahan Nanas dengan Modal KUR BRI