TITIKTEMU.CO - American International Group (AIG), raksasa asuransi asal Amerika Serikat, pernah nyaris kolaps akibat hantaman krisis keuangan global.
Selama bertahun-tahun, perusahaan ini terseok-seok. Manajemen berganti, berbagai aset dilego, hanya untuk membayar kewajiban keuangan yang menumpuk.
Namun, perjalanan AIG tidak berhenti di situ. Peter Zaffino, pria yang bergabung pada 2017, kemudian jadi sosok penting yang mengubah arah kapal besar ini.
Empat tahun berselang, ia didapuk sebagai CEO dan perlahan membawa AIG kembali ke jalur yang benar.
Baca Juga: TikTok Matikan Sementara Fitur Live Imbas Unjuk Rasa di Indonesia, Ini Alasannya
1. Revolusi Budaya Perusahaan
Zaffino sadar, perubahan tak bisa hanya di angka laporan keuangan. Ia mulai dengan hal mendasar: budaya kerja.
- Disiplin underwriting diperketat.
- Pengelolaan risiko harus presisi.
- Teknologi dan data menjadi fondasi utama.
> “Tanpa fondasi data, teknologi, dan budaya underwriting yang kami bangun sejak 2018, mustahil kami bisa memanfaatkan kecerdasan buatan seagresif sekarang,” kata Zaffino.
Budaya baru inilah yang jadi pijakan AIG keluar dari krisis.
2. Berani Pangkas Bisnis Berisiko
Langkah berani berikutnya: memangkas unit usaha yang dianggap terlalu rapuh.
Bagi Zaffino, mempertahankan lini bisnis yang justru menambah beban hanyalah bom waktu.
Di tengah tren bencana alam yang semakin sering terjadi, strategi ini terbukti tepat.
AIG kini mampu menekan risiko dan justru menjadi salah satu perusahaan asuransi paling stabil dengan keuangan yang lebih terukur.
Artikel Terkait
Promo Alfamart Khusus 30-31 Agustus 2025, Diskon Jumbo Kebutuhan Harian
Katalog Promo Superindo 30–31 Agustus 2025, Diskon Gede-gedean di Akhir Bulan
Affan Kurniawan, Sebelum Maut Menjemput
LHKPN Eko Patrio Rp 131 Miliar: Ironi di Balik Joget DPR yang Menuai Hujatan
Uya Kuya: Dari Joget DPR yang Viral hingga LHKPN dengan Rumah Amerika yang Bikin KPK Angkat Alis
Drama Hilangnya Fitur Live TikTok: Antara Aksi Massa, Strategi Aman, dan Kebingungan Warganet
Grahadi Terbakar di Tengah Amarah Massa: Simbol Kekuasaan Jawa Timur Dilalap Api
Suara Solidaritas Menembus Batas: Artis Korea & Thailand Ikut Bersuara untuk Demo Indonesia
TikTok Matikan Sementara Fitur Live Imbas Unjuk Rasa di Indonesia, Ini Alasannya
Jaringan Mitra Promedia Desak Zulhas:Copot Eko Patrio dan Uya Kuya dari PAN yang Tidak Empati pada Rakyat