Dari Nyaris Ambruk ke Bangkit Lagi: Cara AIG Keluar dari Lubang Krisis Global

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Minggu, 31 Agustus 2025 | 11:55 WIB
Peter Zaffino, CEO perusahaan asuransi American International Group, Inc ((X.com/@kuts_inna))
Peter Zaffino, CEO perusahaan asuransi American International Group, Inc ((X.com/@kuts_inna))

TITIKTEMU.CO - American International Group (AIG), raksasa asuransi asal Amerika Serikat, pernah nyaris kolaps akibat hantaman krisis keuangan global.

Selama bertahun-tahun, perusahaan ini terseok-seok. Manajemen berganti, berbagai aset dilego, hanya untuk membayar kewajiban keuangan yang menumpuk.

Namun, perjalanan AIG tidak berhenti di situ. Peter Zaffino, pria yang bergabung pada 2017, kemudian jadi sosok penting yang mengubah arah kapal besar ini.

Empat tahun berselang, ia didapuk sebagai CEO dan perlahan membawa AIG kembali ke jalur yang benar.

Baca Juga: TikTok Matikan Sementara Fitur Live Imbas Unjuk Rasa di Indonesia, Ini Alasannya

1. Revolusi Budaya Perusahaan

Zaffino sadar, perubahan tak bisa hanya di angka laporan keuangan. Ia mulai dengan hal mendasar: budaya kerja.

  • Disiplin underwriting diperketat.
  • Pengelolaan risiko harus presisi.
  • Teknologi dan data menjadi fondasi utama.

> “Tanpa fondasi data, teknologi, dan budaya underwriting yang kami bangun sejak 2018, mustahil kami bisa memanfaatkan kecerdasan buatan seagresif sekarang,” kata Zaffino.

Budaya baru inilah yang jadi pijakan AIG keluar dari krisis.

2. Berani Pangkas Bisnis Berisiko

Langkah berani berikutnya: memangkas unit usaha yang dianggap terlalu rapuh.

Bagi Zaffino, mempertahankan lini bisnis yang justru menambah beban hanyalah bom waktu.

Di tengah tren bencana alam yang semakin sering terjadi, strategi ini terbukti tepat.

AIG kini mampu menekan risiko dan justru menjadi salah satu perusahaan asuransi paling stabil dengan keuangan yang lebih terukur.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: TIME

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X