TIME menulis, “Dengan memperkuat praktik underwriting, AIG berhasil menyeimbangkan risiko dengan keuntungan.”
Baca Juga: Affan Kurniawan, Sebelum Maut Menjemput
3. Transformasi Digital yang Nyata
Bukan sekadar jargon, transformasi digital benar-benar dijalankan.
AI digunakan untuk membantu underwriter mengakses data lebih lengkap dan cepat.
Proses pengambilan keputusan menjadi efisien tanpa kehilangan akurasi.
Pekerjaan administratif yang berkurang diimbangi dengan pelatihan ulang karyawan agar tetap relevan di era baru.
Meski fokus pada internal, Zaffino tetap waspada dengan ancaman eksternal: mulai dari ketidakpastian geopolitik hingga serangan siber.
Baca Juga: Uya Kuya: Dari Joget DPR yang Viral hingga LHKPN dengan Rumah Amerika yang Bikin KPK Angkat Alis
AIG Hari Ini: Dari Rapuh ke Prospektif
Kini, para investor memandang AIG dengan optimisme baru.
Perusahaan yang dulu sempat dianggap rapuh, sekarang dikenal lebih stabil, efisien, dan berorientasi teknologi.
Bagi Zaffino, inti kepemimpinan bukan hanya strategi, tapi juga visi yang jelas, keberanian ambil keputusan sulit, serta kekuatan tim solid.
> “Tidak ada pemimpin yang bisa mencapai hasil tanpa tim yang kuat,” tutupnya.***
Artikel Terkait
Promo Alfamart Khusus 30-31 Agustus 2025, Diskon Jumbo Kebutuhan Harian
Katalog Promo Superindo 30–31 Agustus 2025, Diskon Gede-gedean di Akhir Bulan
Affan Kurniawan, Sebelum Maut Menjemput
LHKPN Eko Patrio Rp 131 Miliar: Ironi di Balik Joget DPR yang Menuai Hujatan
Uya Kuya: Dari Joget DPR yang Viral hingga LHKPN dengan Rumah Amerika yang Bikin KPK Angkat Alis
Drama Hilangnya Fitur Live TikTok: Antara Aksi Massa, Strategi Aman, dan Kebingungan Warganet
Grahadi Terbakar di Tengah Amarah Massa: Simbol Kekuasaan Jawa Timur Dilalap Api
Suara Solidaritas Menembus Batas: Artis Korea & Thailand Ikut Bersuara untuk Demo Indonesia
TikTok Matikan Sementara Fitur Live Imbas Unjuk Rasa di Indonesia, Ini Alasannya
Jaringan Mitra Promedia Desak Zulhas:Copot Eko Patrio dan Uya Kuya dari PAN yang Tidak Empati pada Rakyat